a. Petunjuk Pengiriman SMS

Sistem SMS LPD OPT di komputer server, hanya akan membaca data SMS yang memenuhi format sebagai berikut:
<KD> <KC> <KK> <KP> <dd-mm-yyyy> <KT> <KV> <KO> <UT> <LTT> <IS> <PPO> <PPM> <LTt> <Ket>
Keterangan:
<KD> adalah kode nama Desa, maks. 3 digit.
<KC> adalah kode nama Kecamatan, maks. 3 digit.
<KK> adalah kode nama Kabupaten, maks. 3 digit.
<KP> adalah kode nama Provinsi, maks. 2 digit.
<dd-mm-yyyy> adalah format tanggal terjadi  serangan (dd = tanggal, maks. 2 digit; mm = bulan, maks. 2 digit; yyyy = tahun, maks. 4 digit), dipisahkan dengan tanda “ – ” untuk penulisan tanggal-bulan-tahun.
<KT>  adalah kode jenis tanaman, maks. 2 digit
<KV> adalah kode varietas, maks. 2 digit
<KO> adalah kode jenis OPT, maks. 2 digit
<UT> adalah umur tanaman dengan satuan hari setelah tanam (hst), kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari atau sama dengan 0 dan kurang dari 999, satuan (hst) tidak diketik. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<LTT> adalah luas tanaman terserang dengan satuan hektar (Ha), kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari 0 dan kurang dari 999, tanda pemisah ribuan dan satuan (Ha) tidak diketik. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<IS> adalah intensitas serangan dengan satuan persen (%), kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari atau sama dengan 0 dan kurang dari atau sama dengan 999. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<PPO> adalah padat populasi OPT dengan satuan ekor per rumpun, kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari 0 dan kurang dari 999, satuan (ekor/rumpun) tidak diketik. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<PPM> adalah padat populasi musuh alami dengan satuan ekor per rumpun, kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari 0 dan kurang dari 999, satuan (ekor/rumpun) tidak diketik. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<LTt> adalah luas tanaman terancam  dengan satuan hektar (Ha), kisaran nilai yang diperbolehkan lebih dari 0 dan kurang dari 999, tanda pemisah ribuan dan satuan (Ha) tidak diketik. Bila tidak ada nilai ditulis angka 0.
<Keterangan> adalah keterangan tambahan yang diperlukan, maks. sisa digit. Untuk menghemat keterangan diketik tanpa spasi. Bila tidak ada keterangan ditulis angka 0.

b. Contoh Data:
Pada lembar SMS di telepon seluler ketikkan kode laporan serangan OPT di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Propinsi Banten sebagai berikut:

5 10 4 36 03-11-2012 1 1 2 45 25 45 20 3 75 Belum dikendalikan

Format di atas memiliki arti sebagai berikut:
– Kode nama desa (5)     =  Bulakan
– Kode nama kecamatan (10)    =  Cinangka
– Kode nama kabupaten (4)    =  Serang
– Kode nama propinsi (36)     =  Banten
– Tanggal pengamatan     =  03-11-2012
– Kode jenis tanaman (1)     =  Padi
– Kode varietas (1)     =  Cisadane
– Kode nama OPT (2)     =  WBC 
– Umur tanaman (45)     =  45 HST
– Luas tanaman terserang (25)     =  25 Ha
– Intensitas serangan (45)     =  45 %
– Padat populasi OPT (20)     =  20 ekor/rumpun
– Padat populasi MA (3)     =  3 ekor/rumpun
– Luas tanaman terancam (75)     =  75 Ha
– Keterangan     =  Belum dikendalikan

Data lapangan yang sudah tersusun dalam format SMS seperti tersebut di atas, kemudian dikirimkan ke komputer miniserver SMS LPD OPT di BPTPH masing-masing Propinsi.

a. Kodefikasi Tanaman

Kode

Jenis Tanaman

01

Padi

02

Jagung

06

Kedelai

b. Kode Varietas Tanaman

Kode

Varietas

Kode

Varietas

01

Cisadane

36

Setail

02

IR 42

37

Luk Ulo

03

Cisokan

38

Cibogo

04

IR 64

39

Batang Piaman

05

Ciliwung

40

Batang Lembang

06

Membramo

41

Ciapus

07

Cibodas

42

Pepe

08

Batang Anai

43

Logawa

09

Digul

44

Fatmawati

10

Maros

45

Mekongga

11

Cilamaya Muncul

46

Hibrida Maro

12

Way Apo Buru

47

Hibrida Rokan

13

Widas

48

Hibrida Hipa-3

14

Ketonggo

49

Hibrida Hipa-4

15

Ciherang

50

Gogo Cirata

16

Cisantana

51

Gogo Towuti

17

Tukad Petanu

52

Gogo Limboto

18

Tukad Belian

53

Gogo Danau Gaung

19

Tukad Unda

54

Gogo Batu Tegi

20

Celebes

55

Gogo Situ Patenggang

21

Kalimas

56

Gogo Situ Bagendit

22

Bondojudo

57

Rawa Banyuasin

23

Sigonggo

58

Rawa Batanghari

24

Singkil

59

Rawa Dendang

25

Sintanur

60

Rawa Indragiri

26

Cimelati

61

Rawa Punggur

27

Konawe

62

Rawa Martapura

28

Batang Gadis

63

Rawa Margasari

29

Ciujung

64

Rawa Siak Raya

30

Conde

65

Rawa Tenggulang

31

Angke

66

Rawa Lambur

32

Wera

67

Rawa Mendawak

33

Sunggal

97

Padi Galur Harapan

34

Gilirang

98

Padi Lokal

35

Cigeulis

99

Padi Lain-lain (noname)

a. Kode OPT Tanaman Padi

Kode

Jenis OPT

01

Penggerek Batang Padi :
Ø Kuning (Scircophaga incertulas)
Ø Putih (S. innotata)
Ø Bergaris (Chilo suppresalis)
Ø Merah jambu (Sesamia inferens)

02

Wereng :
Ø Wereng batang cokelat (Nilapavarta lugens stal)
Ø Wereng punggung putih (Sogotella furcifera)
Ø Wereng daun hijau (Nephotettix virescens, N. nigropictus, N. malayanus)
Ø Wereng Zigzag
Ø Wereng putih

03

Ganjur (Orseolia aryzae)

04

Tikus (Rattus argentiventer)

05

Ulat grayak (Spodoptera mauritia, S. litura dan S. exempta)

06

Hama putih (Nymphula depunctalis);

Hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis)

07

Walang sangit (Leptocorisa oratorius)

08

Kepinding tanah

09

Babi hutan (Sus scrofa L)

10

Burung (pipit = Munia leucogastroides, manyar = Ploceus spp.)

11

Blas (Pyricularia oryzae)

12

Hawar pelepah (Rhizoctonia solani)

13

Bercak daun coklat (Cochliobolus miyabeanus, Drechslera aryzae, Bipolaris aryzae)

14

Bakteri hawar daun/ BLB/ Kresek (Xanthomonas campestris pv. oryzae)

15

Tungro (virus)

16

Kerdil Rumput (virus)

17

Kerdil kuning (organisme menyerupai mikroplasma = MLO)

18

Daun jingga (organisme menyerupai mikroplasma = MLO)

19

Kerdil hampa (virus)

20

Bercak daun coklat bergaris (Cercospora janseana = C. oryzae)

21

Lalat daun (Hydrellia philippina)

22

Nematoda (Meloidogyne graminicola, Hirschmanniella oryzae)

23

Lapuk daun (Gerlachia oryzae)

24

Bacterial Red Stripe/BRS (Pseudomonas sp.)

25

Belalang (Oxya spp.), Belalang kembara (Locusta migratoria manilensis)

26

Uret (Leucopholis rorida), Lundi (Phyllophaga Holotrichia helleri)

27

Orong-orong/ Anjing tanah (Gryllotalpa sp.)

28

Siput murbei (Pomacea caniculata)

29

Noda palsu (Ustilaginoidea virens)

30

Gajah (Elephas maximus)

31

Bakanae (Fusarium moniliforme)

32

Bakteri daun bergaris (Xanthomonas campestris pv. oryzicola)

33

Kembang api (Balansia oryzae = Ephilis oryzae)

34

Ulat pemotong pelepah daun (Mythimna spp.)

35

Trips (Stenchaetothrips bifermis)

36

Lain-lain (sebutkan secara spesifik)

b. Kode OPT Tanaman Jagung

Kode

Jenis OPT

01

Lalat bibit (Atherigona exigua,A.oryzae,A.orientalis)

02

Penggerek batang (Ostrinia sp, Pyrausta furnacalis)

03

Kumbang landak (Dactylispa balyi discoidalis)

04

Tikus (Rattus argentiventer)

05

Penyakit karat (Puccinia polysora)

06

Ø Penyakit bulai (Peronosclerospora maydis dan Peronosclerospora philippinensis)

Ø Hama putih palsu (Cnaphalocrosis medinalis)

07

Penyakit gosong bengkak (Ustilago maydis)

08

Penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia zeae)

09

Babi hutan (Sus scrofa L)

10

Burung (pipit = Munia leucogastroides, manyar = Ploceus spp.)

11

Penyakit nematoda layu akar (Pratylenchus sp.)

12

Penggerek tongkol (Heliothis armigera)

13

Uret (Phyllophaga (Holotrichia helleri)

14

Ulat tanah (Agrotis sp.)

15

Penyakit hawar daun (Bipolaris maydis)

16

Wereng jagung (Pergrinus maydis)

17

Belalang (Locusta sp., Valanga spp.)

18

Ulat grayak (Spodoptera spp.)

19

Penyakit busuk tongkol (Rhizoctonia zeae, Diplodia zeae, Fusarium moniliforme dan Giberella roseum)

20

Lain-lain (sebutkan secara spesifik)

c. Kode OPT Tanaman Kedelai

Kode

Jenis OPT

01

Kepik (Piezodorus rubrofasciatus, P. hybneri)

02

Penggerek polong (Etiella zinckenella)

03

Ulat tanah (Agrotis sp.)

04

Tikus (Rattus argentiventer)

05

Penghisap polong (Riptortus linearis)

06

Lalat kacang (Ophyiomya phaseoli))

07

Kepik hijau (Nezara viridula)

08

Ulat grayak (Spodoptera litura)

09

Babi hutan (Sus scrofa L)

10

Kumbang kedelai (Phaedonia inclusa)

11

Kutu daun (Aphis gossypii)

12

Kumbang tanah kuning (Longitarsus suturillinus)

13

Kutu kebul (Bemisia tabaci)

14

Penggerek pucuk (Melanagromyza dolichostigma)

15

Penggerek batang (Melanagromyza sojae)

16

Penggulung daun (Lamprosema indicata)

17

Penyakit nematoda layu akar (Pratylenchus sp.)

18

Nematoda buncak akar (Meloidogyne sp.)

19

Hawar bakteri (Pseudomonas syringae)

20

Virus mozaik kuning kedelai (Soybean Yellow Mosaic Virus = SYMV)

21

Penyakit busuk arang (Rhizoctonia bataticola, Sclerotium bataticola, Botyodiplodia phaseoli, Macrophomina phaseoli)

22

Penyakit karat (Phakopsora pachyrhizi)

23

Penyakit virus mosaik (Soybean Mosaic Virus, SMV)

24

Penyakit kerdil (Soybean Stunt Virus, SSV)

25

Virus kacang mosaik kuning (Bean Yellow Mosaic Virus = BYMV)

26

Bisul bakteri (Xanthomonas campestris)

27

Penyakit hawar Rhizoctonia, busuk polong, rebah kecambah (Rhizoctonia solani)

28

Penyakit busuk pangkal batang (Sclerotium rolfsii)

29

Penyakit virus belang samar kacang tunggak (Cowpea Mild Mottle Virus = CMMV)

30

Ulat jengkal (Chrysodeixis (= Plusia) chalcites)

31

Ulat buah (Heliothis armigera)

32

Tungau merah (Tetranychus cinnabarius)

33

Busuk akar (Macrophomina phaseolina)

34

Belalang (Locusta sp.)

35

Pengorok daun (Biloba (Stomopteryx subsecivella)

36

Lain-lain (sebutkan secara spesifik)

Kodefikasi Wilayah di 6 (enam) Mini Server:

1. Miniserver BPTPH Provinsi Lampung

2. Miniserver BPTPH Propinsi Banten

3. Miniserver BPTPH Propinsi Jawa Barat

4. Miniserver BPTPH Propinsi Jawa Tengah

5. Miniserver BPTPH Propinsi Yogyakarta

6. Miniserver BPTPH Propinsi Jawa Timur

5 10 4 36 03-11-2011 1 1 2 45 25 45 20 3 75 Belum dikendalikan

Format di atas memiliki arti sebagai berikut:

– Kode nama desa (5)     Bulakan

– Kode nama kecamatan (10)    Cinangka

– Kode nama kabupaten (4)    Serang

– Kode nama propinsi (36)     Banten

– Tanggal pengamatan     0311-2011

– Kode jenis tanaman (1)     =  Padi

Kode varietas (1)     =  Cisadane

Kode nama OPT (2)     =  WBC 

Umur tanaman (45)     =  45 HST

Luas tanaman terserang (25)     =  25 Ha

– Intensitas serangan (45)     =  45 %

– Padat populasi OPT (20)     =  20 ekor/rumpun

– Padat populasi MA (3)     =  3 ekor/rumpun

– Luas tanaman terancam (75)     75 Ha

Keterangan     =  Belum dikendalikan

Data lapangan yang sudah tersusun dalam format SMS tersebut, kemudian dikirimkan ke komputer miniserver SMS LPD OPT di BPTPH Propinsi Banten dengan nomor:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here