1.    Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Padi di Indonesia

Sasaran luas tanam padi MT 2012 adalah 5.236.283 ha, sedangkan prakiraan maksimum serangan OPT utama tanaman padi di Indonesia pada MT 2012 adalah 185.026 ha (3,53% dari sasaran luas tanam MT 2012). Realisasi luas tanam padi pada bulan April – Juni  2012 adalah 4.652.243 ha. Angka kejadian serangan OPT utama padi di lapangan pada periode bulan April – Juni 2012 sudah mencapai 49.861 ha. Jika  angka kejadian serangan OPT padi di lapangan dibandingkan dengan realisasi luas tanam padi bulan April – Juni 2012, maka persentase kejadian  sudah mencapai 1,07%. Serangan OPT utama padi pada periode bulan April – Juni 2012 adalah sebagai berikut PBP (0,4%), WBC (0,03%), Tikus (0,28%), Tungro (0,02%), Blas (0,11%), BLB (0,23%), dan Ulat Grayak (0%). (Tabel. 1).

Tabel 1. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Padi di Indonesia MT.2012 pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Luas Tanam

Jika  angka kejadian serangan OPT padi April – Juni 2012 di lapangan dibandingkan dengan angka prakiraan MT 2012, maka persentase kejadian  sudah mencapai 27%. Serangan OPT utama padi pada periode bulan April – Juni 2012 adalah sebagai berikut Blas (105%), BLB (50%), PBP (31%), Tungro (23%), Tikus (20%),  WBC (9%), dan Ulat Grayak (0%) (Tabel. 2).

Tabel 2.  Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Padi di Indonesia pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Angka Prakiraan MT 2012

2.    Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Jagung di Indonesia

Sasaran luas tanam jagung MT 2012 adalah 1.680.756 ha, sedangkan prakiraan maksimum serangan OPT utama pada tanaman jagung di Indonesia pada MT 2012 adalah 9.812 ha (0,58% dari sasaran luas tanam MT 2012). Realisasi luas tanam jagung bulan April – Juni 2012 adalah 752.145 ha. Angka kejadian serangan OPT utama jagung di lapangan pada periode bulan April – Juni 2012 sudah mencapai 3.547 ha. Jika dibandingkan dengan realisasi luas tanam jagung bulan April – Juni 2012, maka serangan OPT utama jagung sudah mencapai 0,47%. Serangan OPT utama jagung pada periode bulan April – Juni  2012 adalah sebagai berikut Lalat Bibit (0,05%), Penggerek Batang (0,07%), Bulai (0,16%), Tikus (0,04%), Penggerek Tongkol (0,06%), Ulat Grayak (0,03%), dan Hawar daun (0,06%) (Tabel. 3).

Tabel 3. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Jagung di Indonesia MT 2012 Pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Luas Tanam

Jika angka kejadian serangan OPT jagung pada bulan April – Juni  2012 dibandingkan dengan angka prakiraan MT 2012, maka serangan OPT utama jagung sudah mencapai 36%. Serangan OPT utama jagung pada periode bulan April – Juni  2012 adalah sebagai berikut Lalat Bibit (51%), Penggerek Batang (38%), Bulai (98%), Tikus (18%), Penggerek Tongkol (36%),  Ulat Grayak (131%), dan Hawar Daun (14%),   (Tabel. 4).

Tabel 4. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Jagung di Indonesia  pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Angka Prakiraan MT 2012

3.    Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Kedelai di Indonesia

Sasaran luas tanam kedelai MT 2012 adalah 713.057 ha, sedangkan Prakiraan maksimum serangan OPT utama pada tanaman kedelai di Indonesia pada MT 2012 adalah  3.015 ha (0,42% dari Sasaran luas tanam MT 2012). Realisasi luas tanam kedelai sampai bulan April – Juni  2012 adalah 170.806 ha. Angka kejadian serangan OPT utama kedelai di lapangan pada periode bulan April – Juni 2012 sudah mencapai 816 ha. Jika dibandingkan dengan realisasi luas tanam kedelai bulan April – Juni 2012, maka serangan OPT utama kedelai baru mencapai 0,48%. Serangan OPT utama kedelai pada periode bulan April – Juni  2012 adalah Penggerek Polong (0,02%), Lalat Kacang (0,06%), Ulat Grayak (0,17%), Tikus (0,03%), Penggulung Daun (0,11%), dan Ulat jengkal (0,09%). (Tabel 5).

Tabel 5. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Kedelai di Indonesia MT.2012 pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Luas Tanam

Jika angka kejadian serangan OPT kedelai bulan April – Juni  2012 dibandingkan dengan angka prakiraan MT 2012, maka serangan OPT utama kedelai sudah mencapai 27%. Serangan OPT utama kedelai pada periode bulan April – Juni 2012 adalah Penggerek Polong (7%), Lalat Kacang (33%), Ulat Grayak (41%), Tikus (15%), Penggulung Daun (19%), dan Ulat Jengkal (54%), (Tabel 6).

Tabel 6. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Kedelai di Indonesia pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Angka Prakiraan MT 2012

4.    Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Ubi Kayu di Indonesia

Sasaran luas tanam Ubi kayu MT 2012 adalah 288.270 ha, sedangkan Prakiraan maksimum serangan OPT utama pada tanaman Ubi kayu di Indonesia pada MT 2012 adalah  1.268 ha. Realisasi luas tanam ubi kayu bulan April – Juni 2012 adalah 67.124 ha. Angka kejadian serangan OPT ubi kayu pada periode bulan April – Juni 2012 sudah mencapai 73 ha. Jika dibandingkan dengan realisasi luas tanam ubi kayu bulan April – Juni 2012, maka serangan OPT utama ubi kayu baru mencapai 0,11%. Serangan OPT utama ubi kayu yaitu tungau merah pada periode bulan April – Juni 2012 sebesar (0,11%) . (Tabel 7).

Tabel 7. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Ubi kayu di Indonesia MT.2012 pada Bulan April 2012 Terhadap Luas Tanam

Jika angka kejadian serangan OPT ubi kayu bulan April 2012 dibandingkan dengan angka ramalan MT 2012, maka serangan OPT utama ubi kayu sudah mencapai 6%. Serangan OPT utama ubi kayu pada periode bulan April – Juni 2012 yaitu tungau merah adalah sebesar 73 ha.(Tabel 8).

Tabel 8. Evaluasi Prakiraan Serangan OPT Utama Ubi Kayu di Indonesia  pada Bulan April – Juni 2012 Terhadap Angka Ramalan MT 2012

(by: Ulfah, Dwitya, Lia, Edi SW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here