Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan nasional dan swasembada beras berkelanjutan, pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan kesepakatan sasaran produksi Tahun 2013. Sasaran produksi tersebut menjadi komitmen bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk pencapaiannya dengan memperhatikan berbagai dukungan pembiayaan baik dari APBN dan APBD maupun sumber pembiayaan lainnya. Untuk menyelesaikan perencanaan upaya pencapaian sasaran produksi tanaman pangan Tahun 2013, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan Pertemuan Koordinasi Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Regional V pada tanggal 27 Februari – 1 Maret 2013 di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat, Direktur Serealia, Direktur Pasca Panen, Kepala BPTP di tujuh provinsi, Kepala Bakorluh di beberapa provinsi, dan perwakilan dari esselon II lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Peserta pertemuan terdiri dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten. Peserta yang hadir sebanyak 150 orang peserta dari target undangan sebanyak 135 orang peserta.

Pemantapan pencapaian Produksi Tanaman Pangan Tahun 2013

1. Pencapaian produksi tanaman pangan merupakan akumulasi dari berbagai upaya yang dilakukan oleh seluruh pemangku tanaman pangan. Untuk itu diperlukan komitmen dan sinergitas seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan target yang telah disepakati bersama.
2. Dalam rangka pencapaian surplus produksi beras 10 juta ton pada Tahun 2014, pelestarian swasembada jagung, dan pencapaian swasembada kedelai, serta peningkatan produksi tanaman pangan lainnya, maka sasaran produksi tanaman pangan nasional Tahun 2013 telah ditetapkan adalah padi sebesar 72,125 juta ton GKG, jagung sebesar 19,83 juta ton pipilan kering, kedelai sebesar 1,50 juta ton biji kering, kacang tanah 1,20 juta ton polong kering, kacang hijau 0,41 juta ton polong kering; ubi kayu 26,30 juta ton umbi basah dan ubi jalar sebesar 2,45 juta ton umbi basah.
3. Untuk mencapai sasaran tersebut di atas diperlukan upaya-upaya terobosan untuk peningkatan produksi antara lain dengan : percepatan tanam, penggunaan dan penggantian benih varietas unggul berpotensi produksi tinggi untuk peningkatan produktivitas, inventarisasi lahan untuk perluasan areal tanam, pengamanan produksi dari serangan OPT dengan prinsip “SPOT STOP\ pengamanan dari dampak perubahan iklim, menekan susut hasil serta melakukan koordinasi dengan stake holders terkait dalam penyiapan sarana produksi (benih dan pupuk) tepat waktu tanam sesuai dengan waktu setempat, dan pengawalan proses budidaya oleh penyuluh dan peneliti.
4. Fokus kegiatan Pembangunan Tanaman Pangan pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dilakukan melalui penerapan Pola Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) kawasan, meliputi padi inbrida seluas 3,775 juta ha, padi hibrida 300 ribu ha, padi lahan kering 550 ribu ha, jagung hibrida 214 ribu ha, jagung komposit 46 ribu ha dan SLPTT kedelai 455 ribu ha, dan pengembangan Model kedelai 110 ribu ha, serta PATB 118.250 ha.

    

1. Dalam upaya untuk mencapai sasaran produksi tanaman pangan
Tahun 2013, dilaksanakan SL-PTT dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan SL-PTT Tahun 2013 dilaksanakan melalui pendekatan kawasan, yaitu kawasan pertumbuhan, kawasan pengembangan, dan kawasan pemantapan.
b. Untuk SL-PTT yang akan tanam s/d Maret 2013, karena dasar hukum penggunaan subsidi benih belum selesai (PMK belum diterbitkan), maka SL-PTT dapat menggunakan benih unggul dari sumber lain atau swadaya petani.
c. Keberhasilan pelaksanaan SL-PTT sangat ditentukan oleh koordinasi, integrasi dan sinkronisasi di semua tingkatan antara dinas teknis penyedia dan penyebar teknologi serta Pemerintah Daerah serta dukungan pendanaan yang bersumber dari Pemerintah Provinsi / Kabupaten / Kota. Sesuai Permentan Nomor: 45/Permentan/0T.140/8/2011 tentang Tata Hubungan Kerja Antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengembangan, dan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), maka setiap Kabupaten/Kota harus mengaktifkan posko P2BN sebagai sarana koordinasi antar pemangku kepentingan.
d. Untuk percepatan penyerapan anggaran Bantuan Sosial kegiatan SL-PTT akan dibuat surat dari Pusat yang menegaskan bahwa anggaran tersebut agar segera direalisasikan dengan target pada triwulan I dapat menyerap dana sebesar 25 % sesuai arahan Menteri Pertanian.
e. Diantara komponen teknologi yang harus diadopsi dalam SL- PTT pada Tahun 2013 adalah peningkatan populasi tanaman melalui sistem jajar legowo (JARWO) baik pada tanaman padi maupun jagung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here