Seminar Kutu Putih Singkong vs Parasitoid : Pengelolaan Hama Asing Invasif Berbasis Ekologi ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan CIAT (Center for Tropical Agriculture).

SEMINAR KUTU PUTIH VS PARASITOID: PENGELOLAAN HAMA ASING INVASIF BERBASIS EKOLOGI

Dewi Nirwati, SP.

 

Seminar Kutu Putih Singkong vs Parasitoid : Pengelolaan Hama Asing Invasif Berbasis Ekologi ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan CIAT (Center for Tropical Agriculture). Seminar dilaksanakan di Hotel Desa Gumati, Bogor pada tanggal 24 September 2014. Seminar ini diikuti oleh 50 orang, yang terdiri dari perwakilan Universitas, BPPP, Badan Litbang Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, BPTPH serta stake holder IPB. Acara ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB.

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil singkong terbesar di dunia bersama dengan Brasil, Nigeria dan Thailand. Belakangan ini, keberlanjutan produksi singkong di Indonesia terancam oleh adanya invasi hama asing yaitu kutu putih (Phenacoccus manihoti). Hama ini berasal dari Amerika Latin. Di Indonesia, hama ini pertama kali ditemukan menyerang pertanaman singkong di Bogor pada pertengahan tahun 2010. Kini kutu putih sudah menyebar di seluruh Pulau Jawa dan Lampung. Untuk mengendalikan hama ini, Fakultas Pertanian IPB bekerjasama dengan CIAT (Center for Tropical Agriculture) telah mendatangkan musuh alami yaitu parasitoid Anagyrus lopezi dari Thailand. Sampai saat ini baru pada tahap perbanyakan massal parasitoid yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Materi yang disampaikan dalam seminar ini adalah

1.Kebijakan Pengembangan Singkong di Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Ir. Maman Suherman (Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi).

2.Keragaan dan Permasalahan Budidaya Singkong di Indonesia yang disampaikan oleh Prof. Dr. Nasir Saleh ( Balitkabi, Malang).

3.Gerakan Nasional Singkong Sejahtera Bersama (Gernas SSB) yang disampaikan oleh Suharyo Husein SE, MBA (Ketua Masyarakat Singkong Indonesia).

4.Invasive Mealybugs on Cassava yang disampaikan Dr. Kris Wyckhuys (CIAT-Vietnam).

5.Parasitoid Release and Farmer Field School as Integral Component of Mealybug Management in Southeast Asia yang disampaikan oleh Dr. Jan Ketelaar (FAO – RAP, Thailand).

6.Thailand experiences in mass-rearing of Parasitoids yang disampaikan oleh Ms. Areewan (DoAE – Thailand).7.Hama Kutu Putih Singkong di Indonesia dan Upaya Pengendaliannya dengan parasitoid Anagyrus lopezi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Aunu Rauf (IPB).

   

Seminar ditutup oleh Dr. Ir. Mat Syukur (Staf Ahli Mentan Bidang Teknologi). Acara dilanjutkan dengan pelepasan terbatas parasitoid Anagyrus lopezi di kebun singkong petani yang terserang kutu putih. Parasitoid yang dilepas sebanyak 3000 pasang, hasil perbanyakan massal IPB. Parasitoid dilepaskan dari kurungan yang kecil ke kurungan yang lebih besar. Parasitoid masih dilepaskan secara terbatas karena belum memiliki izin pelepasan (izin pelepasan masih dalam proses).

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here