Workshop Aplikasi Data Spasial, Akses data keadaan OPT melalui geotaging di aplikasi mobile dan Aplikasi Satu Peta

Workshop Aplikasi Data Spasial diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober 2014 oleh Pusat Data dan Sistem Informasi, Kementerian Pertanian di Hotel Bumi Wiyata Depok. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi, Ir.Muhammad Taslim Billah, MSc. Beliau menyampaikan pengembangan pengelolaan data spasial pertanian, penting bagi Kementerian Pertanian untuk menunjang program kerja. Workshop ini dimaksudkan untuk sosialisasi hasil kegiatan Pusdatin dengan harapan mendapatkan banyak masukan dari peserta workshop agar hasil kegiatan dapat dimanfaatkan secara luas. Data yang selama ini dikelola masih berupa data tabular yang tidak mencukupi apabila digunakan dalam merencanakan / mengevaluasi kegiatan kementan. Kementerian Pertanian sangat membutuhkan data spasial (keruangan) dalam bentuk peta sebagai contohnya cluster yang harus didukung peta seperti cluster kedelai dan cluster padi, seringnya tidak valid sehingga batasnya tidak jelas. Pusdatin sudah memilik citra satelit resolusi tinggi tahun 2010untuk Pulau Jawa, pematang sawah terlihat jelas sehingga dapat dimanfaatkan oleh semua lembaga dibawah Kementerian Pertanian tanpa harus membayar. Citra satelit resolusi tinggi dapat diupdate setiap 5 tahun atau 10 tahun berbarengan dengan sensus Badan Pusat Statistik. Pembuatan data spasial akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat memetakan seluruh Indonesia, Perlu kerjasama dengan seluruh Eselon I dan lembaga dibawahnya serta Pemerintah daerah untuk mempercepat terwujudnya data spasial. Beliau mencontohkan Kabupaten Karawang dan Tangerang dapat menggerakkan stafnya untuk pembuatan peta spasial sehingga waktu yang dibutuhkan untuk membuat data spasial lebih singkat.

Materi kedua disampaikan Ir. Bayu Mulyana, MM Kepala Bidang Pengembangan Sistem Informasi Pusdatin. Beliau menyampaikan kebijakan pembangunan data spasial, bahwa penggunaan satu data untuk semua Kementerian/Lembaga, termasuk didalamnya kebijakan satu peta. Dasar hukum satu data adalah Perpres 85 tahun 2007 tentang Jaringan data Spasial Nasional dan Permentan 311 tahun 2008 tentang Unit Kliring Data dan Informasi Departemen Pertanian. Setiap unit data memiliki wali data sebagai penanggungjawab atas tersedianya data, mengeluarkan data dan pemilik data, sehingga tidak terjadi klaim kepemilikan data karena sudah diatur kepemilikannya, selain itu data yang dikeluarkan adalah data yang valid. Secara praktis data dikelompokan berdasarkan hak akses menggunakan aplikasi sehingga data hanya dapat diisi/diupdate oleh wali data yang bersangkutan, sedangkan pengguna data hanya dapat mengambil data saja. Kebijakan satu peta memiliki tujuan agar dapat dilakukan komparasi peta karena selama ini standar peta tidak sama sehingga ketika dilakukan overlay, data tidak sama/sinkron. Satu peta memudahkan dalam analisis multi bidang sehingga keputusan perencanaan program dengan dasar satu peta diharapkan terintegrasi dengan berbagai pihak terkait. Kegiatan terkait Sistem Informasi Geografi (SIG) yang dilaksanakan oleh Pusdatin antara lain : Pengembangan aplikasi SIG, Database peta, penyusunan panduan, pelayanan/pembinaan SDM dan penyediaan infrastruktur.

Materi ketiga disampaikan oleh Drs. Paulus Basuki, MSi membahas tentang SIG mobile. SIG-mobile merupakan pengembangan dari perpanjangan teknologi SIG yang ada di kantor ke lapangan. SIG-mobile berbasiskan lapangan sehingga memungkinkan untuk menangkap, menyimpan,update, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data geografis. SIG-mobile mengintegrasikan teknologi perangkat mobile, GPS (Global Positioning System) dan Komunikasi wireless untuk akses internet. Manfaat SIG-Mobile antara lain Meningkatkan efisiensi dan akurasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan Meningkatkan kelengkapan dan akurasi data SIG, Meningkatkan kualitas keputusan dan analisis geografis, Akses data SIG mudah dan Mengganti paper-base workflow. SIG-Mobile yang dikembangkan Pusdatin adalah Aplikasi SIG berbasis Android (Mobile).

Materi keempat disampaikan oleh Ir. Jaka Surasa membahas tentang Aplikasi SIG berbasis Android (Mobile). Aplikasi ini terdiri dari dua aplikasi yaitu aplikasi berbasis andoid dan aplikasi berbasis web. Aplikasi berbasis android GIS-Mobile adalah sebuah aplikasi Android  yang berfungsi untuk membantu petugas lapangan dalam melakukan pendataan objek pertanian dilapangan. Dengan Aplikasi ini data yang diinputkan langsung dikirm dan disimpan diserver. Input yang dapat dimasukan antara lain data pertanian baik data lahan, infrastuktur atau keadaan serangan OPT, foto objek sekaligus koordinat geografisnya. Aplikasi Android GIS-Mobile ini mendukung kondisi offline jadi apabila petugas pada saat pendataan objek tidak dapat jaringan internet atau tidak bisa berhubungan dengan server maka tetap bisa melakukan penambahan data. Datanya disimpan didatabase lokal, Setelah dapat jaringan Internet petugas dapat mengkses menu List Data Draft.

Aplikasi kedua adalah aplikasi Web GIS-Mobile adalah sebuah aplikasi web pendukung GIS-Mobile Android yang berfungsi sebagai frontend administratif untuk kelancaran penggunaan GIS Mobile. Seperti manajemen user untuk mendaftarkan user yang akan menggunakan Aplikasi GIS Mobile. Manajemen data dapat dilakukan dengan aplikasi ini, data dan peta multi layer ditampilkan dalam peta google maps, Open street Maps atau google Satellite. Data peta dapat dianalisis sebagai contoh untuk peramalan OPT dengan mengatur range waktu kejadian secara periodik sehingga dapat diramalkan keadaan OPT diwaktu mendatang. Aplikasi ini akan sangat bermanfaat apabila partisipasi penginput data aktif secara periodik melakukan pengamatan dan pelaporan melalui aplikasi android.

Materi kelima adalah workshop pemanfaatan satu peta (one map) yang merupakan kebijakan menggunakan satu peta pada seluruh Kementerian/Lembaga. Satu peta ini dapat diakses di http://tanahair.indonesia.go.id , agar dapat memperoleh informasi lebih banyak maka login ke website tersebut dengan terlebih dahulu mendaftar supaya mendapatkan username dan password. Aplikasi ini merupakan aplikasi online dari software ArcGIS yang terintegrasi dengan ArcGIS versi desktop. Untuk dapat memasukan data peta dapat dilakukan dengan langsung mengentri peta secara online maupun export data berupa shape file (*.shp). Pastikan standar penamaan database sama dengan yang dibuat oleh Kementerian Pertanian agar dalam proses export database tidak terkendala. Aplikasi ini dapat mengintegrasikan multiple layer sehingga data yang dianalisis akan sinkron dengan Kementerian/Lembaga yang lain sehingga menghasilkan keputusan yang lebih lengkap. (Rahmad Gunawan, SP) 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here