Sertifikasi Kompetensi Kerja Profesi POPT

Sertifikasi kompetensi kerja profesi POPT dilaksanakan di tempat uji kompetensi BBPOPT Jatisari pada tanggal 21-28 November 2014. Sertikasi kompetensi kerja profesi tersebut diikuti oleh 31 peserta dari UPTD BPTPH seluruh wilayah di Indonesia serta UPT BBPPTP Pontianak dan Medan. Peserta (assesi) pada Kegiatan pada saat ini adalah POPT ahli Madya. Kegiatan sertifikasi Kompetensi tersebut diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Pusat Pelatihan, Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian Bapak (Kapus SSPP) Ir. Heri Suliyanto MBA, Plt. Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Bapak Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec,Dev dan Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Ir. Sarsito Gaib Subroto MM. Pada acara tersebut Kapus SSPP mengungkapkan bahwa dengan sertifikasi kompetensi profesi POPT tersebut dapat digunakan untuk mengukuhkan kemampuan atau kompetensi POPT dalam bidang pengengendalian OPT. Dan beliau berpesan kepada peserta agar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan sehingga menjadi POPT yang sukses sampai tingkat internasional. Selanjutnya setelah acara pembukaan selesai dilanjutkan acara ramah-tamah untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para assesi.

Pada kegiatan kompetensi tersebut, ada 7 assesor yang memandu jalannya perhelatan tersebut, yaitu :
1.    Edi Suwardiwijaya, SP dari Ditjen Tanaman Pangan
2.    Heru Widarto, S.Si, M.Sc. dari Ditjen Perkebunan
3.    Ir. Dyah Mutiawari dari Ditjen Tanaman Pangan
4.    Maumunah Ambarwati, SP,MP dari Ditjen Tanaman Pangan
5.    Laksmi Wijayanti, S.Si dari Ditjen Perkebunan
6.    Ir. Ketut Ayu Sukanandi, MM dari Badan Pengembangan SDM Pertanian
7.    DR. Anshar Oemar Ph.D dari Badan Pengembangan SDM Pertanian
Tahapan kompetensi sendiri dimulai dengan konsultasi Pra assesmen, pada tahapan ini setiap peserta berkonsultasi langsung dengan assesor yang ditunjuk. Tahap kedua dari proses kompetensi itu adalah pembuktian tertulis yang kemudian dilanjutkan dengan pembuktian portofolio yang dilakukan dengan cara wawancara langsung antara assesor dengan peserta (assesi). Tahap selanjutnya adalah unjuk kerja di lapangan dan laboratorium. Tahap akhir dari proses sertifikasi kompetensi ini adalah penyampaian pelaksanaan asesmen dan pemberian rekomendasi yang dilaksanakan secara langsung antara assesor dengan assesi.

Acara penutupan kegiatan sertifikasi kompetensi ini dilaksanakan pada hari kamis yang dihadiri oleh  Ir. Winarhadi, MM selaku Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal, Kementan pada kesempatan tersebut beliau mengungkapkan bahwa nantinya setiap PNS yang menduduki jabatan fungsional wajib mengikuti sertifikasi kompetensi untuk setiap kali kenaikan pangkat. Pada kesempatan itu juga disampaikan kesan-kesan asesi dan assesor selama jalannya kegiatan sertifikasi kompentensi tersebut. Dari pihak asesi diwakili oleh bapak Ir. Paryoto, MP. Beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan kepada seluruh peserta terhadap semua pihak yang telah membantu dan juga beliau mengungkapkan bahwa dengan kegiatan ini membentuk suatu kekompakan antara sesama assesi. Dari pihak assesor diwakili oleh bapak Edi Suwardiwijaya, SP, pada kesempatan tersebut beliau mengungkapkan bahwa assesor bukanlah penguji yang menilai kerja assesi. Assesor hanya membuktikan bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan oleh assesi sesuai dengan prosedur lanjut beliau. Akhir kata bravo dan sukses buat POPT seluruh Indonesia. (Anik Kurniati, SP)

    

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here