Pelatihan Pengendalian OPT Padi Kabupaten Karawang

     Menindaklanjuti kesepatakan Rabu, 1 April 2015 antara Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Karawang dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Karawang serta Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Jatisari tentang pengendalian OPT pada komoditas tanaman pangan di Kabupaten Karawang. Maka dilaksanakan kegiatan Pelatihan Pengendalian OPT bagi aparat dan petani. Kegiatan pelatihan ini terdiri dari 6 angkatan mencakup seluruh kecamatan di Karawang. Angkatan 1 dilaksanakan padatanggal 7-9 april 2015 meliputi Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Karawang Barat, Majalaya dan Klari. Angkatan II tanggal 13-15 April meliputi Kecamatan Teluk Jambe Barat, Karawang Timur, Ciampel, Teluk Jambe Timur, dan Purwasari. Angkatan III tanggal 16-18 April 2015 meliputi Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Pedes, Rawamerta dan Cilebar, Angkatan IV tanggal 20 -22 April 2015 meliputi Kecamatan Jayakerta, Tirtajaya, Batujaya, Pakisjaya dan Cibuaya. Angkatan V tanggal 23-25 April 2015 meliputi Kecamatan Cikampek, Tirtamulya, Banyusari, Jatisari dan Kotabaru, Angkatan VI tanggal 27-29 April 2015 meliputi Kecamatan Telagasari, Lemah Abang, Tempuran, Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan.

     Pelatihan yang telah dilangsungkan pada angkatan 1 dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten karawang dalam sambutanya menyatakan bahwa dalam pengendalian OPT perlunya kerjasama antar pihak yang berkepentingan baik itu aparat maupun petani. Kabupaten Karawang telah menandatangai 4 MOU dengan berbagai pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. MOU pertama dengan kampus IPB berupa show window teknologi pertanian, kerjasama sudah dibangun 2 tahun terakhir, salah satu kegiatanya berupa menanam varietas IPB-45 dan IPB-35 serta varietas asal Jepang. MOU ke Dua dengan Puslitbangtan Bogor kegiatan pasca panen berupa output beras dengan IGR (Indeks Glisemik Beras) rendah. MOU ke Tiga dengan TNI AD dimana Babinsa siap untuk mempertahankan pangan. MOU ke Empat dengan Dirfen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dalam rangka pengamanan produksi pangan. Pada tahun sebelumnya anggaran daerah bidang pertanian 80 % digunakan untuk kebutuhan pestisida setelah dilakukan evaluasi bahwa petani menggunakan pestisida dilapang tanpa kontrol, berbekal evaluasi tersebut saat ini anggaran digunakan 40 % pestisida dan 60% pelatihan

     SDM diharapkan setelah menglkutl pelatihan segera diterapkan di sawah masing masing dan alangkah lebfh baik semua nggota kelompok tani dlajak, untuk babinsa diharapkan juga Ikut berperan aktif dalam penggerakan massa dalam pengedalfan OPT. Diharapkan dari pelatihan ini petani dapat dengan bijaksana memakai pestisida, bagaimana petani mengendalikan OPT dengan ramah lingkungan seperti dengan penggunaan pestisida organik. Kabupaten Karawang sudah bekerjasama dengan FAO di Kecamatan Teiagasari berupa demplot penerapan kegiatan pertanian ramah ligkungan pada 25 Ha sawah dengan menanam Refugia (tanaman perangkap musuh alami) diantaranya wijen, bunga matahari. Kita juga dapat mencontoh Kabupaten Klaten dalam penerapan kebijakan desa dengan menerbrtkan Perdes tentang pelarangan menembak burung hantu sebagai predator hama tikus. Ahir tahun 2015 kita akan memasuki MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan dengan mudah keluar masuk barang tan pa hambatan oleh karena itu tuntutan produk pertanian harus diperhatikan.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan pengendalian OPT yaitu : Gerakan PHT, Penanganan hama utama padi, Penanganan penyakit utama padi, Pemanfaatan agens hayati untuk bahan pengendali OPT, Pengenalan penggunaan pestisida nabati dan PGPR. Praktek yang disampaikan dalam pelatihan OPT yaitu : Pengamatan dan identifikasi OPT pangan, Aplikasi pestisida secara bijaksana, Perbanyakan parasitoid, Perbanyakan agens hayati dan aplikasi, praktek pembuatan ekstrak nabati dan PGPR.
Penulis (Idah Faridah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here