Penyakit White Tip (Aphelenchiodes besseyi Christie) Pada  Tanaman Padi

Penyakit white tip pada tanaman padi merupakan penyakit yang masih jarang dilaporkan terjadi di Indonesia, tetapi keberadaan penyakit yang disebabkan oleh nematoda Aphelenchoides besseyi Christie ini, sudah dilaporkan ada di Indonesia oleh EPPO (European and Mediterranean Plant Protection Organization) dalam “Data Sheet Quarantine Pest”.
Keberadaan nematoda A.besseyi Christie pada tanaman padi dapat menyebabkan terjadinya kehilangan hasil. Korayem (2002) melaporkan dalam penelitian lokal di Mesir, bahwa populasi nematoda yang menginfeksi benih sebanyak 95-120 ekor nematode/100 benih padi dapat menyebabkan kehilangan hasil  1,7 – 2 %. Sementara itu, Amin (2001) melaporkan bahwa setiap ditemukan 6.000 nematoda per 1 gram benih dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang bervariasi.  Di Jepang  kehilangan hasil mencapai 14,5 – 46,7%, Amerika Serikat 40-50 %, Taiwan 29-46 %, Rusia 41-71 % dan India 20-60 %. Sementara di Cina dilaporkan bahwa kehilangan hasil dapat mencapai 45% ketika jumlah tanaman yang terinfeksi nematoda melebihi 50%. Di Indonesia masih belum ada laporan kehilangan hasil oleh penyakit white tip ini, namun penyakit ini harus tetap menjadi perhatian agar tidak menyebar luas di wilayah Indonesia.
     
Gejala Serangan A.besseyi Christie
Serangan nematoda A.besseyi Christie pada awalnya menyebabkan ujung daun padi berwarna kuning pucat kemudian menjadi putih (White tip) sekitar 2-5 cm. Pada gejala lanjut akan menimbulkan nekrotik pada daun dan daun menjadi menggulung. Nematoda ini juga dapat menyebabkan daun bendera akan menutup malai yang kemudian dapat mengakibatkan bulir padi menjadi lebih kecil dari bulir padi yang normal. Selain menyerang daun, nematoda A.besseyi Christie ini juga dapat menginfeksi bulir padi sehingga akan terjadi bercak coklat pada bulir dan sun spot pada beras. Nematoda A.besseyi Christie adalah seed transmitted nematode, dimana nematoda ini dapat terbawa oleh benih.
Inang utama dari nematoda ini adalah padi dan strawberry. A. besseyi Christie juga dapat ditemukan pada Boehmeria nivea  atau sering juga disebut Chinese grass atau ramie, pada beberapa tanaman ornamen (termasuk chrysanthemum, Ficus elastica, Hibiscus sp, Polianthes tuberosa dan Saintpaulia ionantha), dan juga pada rumput-rumputan (Panicum sp, Pennisetum sp, Setaria sp, Sporobolus sp).
    
Gejala serangan nematoda A.besseyi Christie pada tanaman padi

Gejala  White tip pada daun (ujung daun putih dan terpelintir)
Gejala  White tip pada daun (ujung daun putih dan terpelintir)
Gejala sun spot  pada benih padi (bintik hitam)
Gejala sun spot  pada benih padi (bintik hitam)

(Sumber: http://www.boujo.net/handbook/ine/ine-462.html dan http://elebooks.net/cropcare/disease/diseasefig/Aphelenchoides_besseyi.jpg)

Berdasarkan Data yang dikeluarkan oleh EPPO (European and Mediterranean Plant Protection Organization) A. bessyi Christie sudah menyebar ke seluruh Eropa, Asia (termasuk Indonesia), Afrika, Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibian, Amerika Selatan dan Oceania (Australia dan Fiji).
Biologi A.besseyi Christie. Pada tanaman padi, nematoda ini berasal dari benih yang telah terinfestasi. Pada saat benih padi ditanam maka nematoda tersebut akan menjadi aktif dan bergerak menuju ujung daun dan tunas. Nematoda A.besseyi Christie umumnya  bersifat ektoparasit yaitu menyerang tanaman dari bagian luar. A. besseyi Christie dapat berkembang secara parthenogenesis. Pertumbuhan yang optimum dari nematoda ini adalah pada suhu 21-25 ºC . Siklus hidupnya berlangsung selama 10 hari pada suhu 21 ºC dan 8 hari pada suhu 23 ºC. Pada satu benih padi yang terinfeksi nematode A. besseyi bisa ditemukan sampai 14 juvenile nematoda. A.besseyi Christie memiliki ukuran tubuh yang ramping dengan panjang 0,44-0,88 mm dan lebar 14-22 µm. Nematoda betina biasanya lebih panjang dari pada jantan. Bagian mulut lebih lebar dari bagian leher, stylet (spear) berukuran 10 µm. Ekor berbentuk pita dengan ujung yang meruncing dan terdapat mukrons pada ujung ekor.
Morfologi nematoda A.besseyi Christie

   

(Sumber: http://www.boujo.net/handbook/ine/ine-462.html)

Tindakan Pengendalian
Pengendalian penyakit white tip pada tanaman padi dapat dilakukan dengan metode disinfestasi benih (Seed disinfestation). Disinfestasi benih dapat dilakukan dengan menggunakan air hangat atau dengan cara  kimiawi. Untuk perlakuan air hangat, benih yang akan ditanam terlebih dahulu direndam dalam air hangat dengan suhu air 55-61 ºC selama 10-15 menit. Metode ini dilaporkan efektif untuk mengendalikan nematoda A.besseyi Christie (Todd & Atkins, 1959). Selain itu, perlakuan pada tanah (soil treatment) dan penggunaan varietas tahan juga dapat menekan populasi nematoda A.besseyi Christie.

 

Daftar Pustaka
Amin, W.A., 2001. Leaf and seed rice nematode causing white tip. Ishraqua Mgazine, Agricultural Issues in Egypt and the Arab World. Eshraqua Publishing Limited, London- CO.No.3310133, p.18.
Elebooks. White Tip Disease of Rice. 9 April 2015. http:// elebooks.net/cropcare/disease/diseasefig/Aphelenchoides_ besseyi.jpg
Korayem, A.M., 2002. Detection of Aphelenchoides besseyi Christie on rice plants in Northern Nile-Delta,
Egypt. Egypt. J. Phytopathology., 30: 93-97.
Todd, E.H., Atkins, J.G. 1959. White Tip Disease of Rice. II. Seed Treatment Studies. Phytopathology 49. 184-188.
Zenkoku N.K.K. Nematoda Aphelenchoides besseyi. 9 April 2015. http://www.boujo.net/handbook/ine/ine-462.html

 

Oleh: Willing Bagariang, SP*
*) POPT Ahli Pertama di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Jatisari, Karawang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here