Senin (16/7) Untuk meningkatkan kemampuan Pengamatan lapangan Tenaga Harian Lepas POPT di daerah, Balai Besar POPT menggelar pelatihan selama 2 minggu ( 15-30 Juli 2018) di Jatisari, Karawang Jawa Barat.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Tri Susetyo membuka kegiatan Pelatihan Pengamatan Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (P3OPT) Pangan Angkatan I bagi THL TB POPT (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) di Aula BBPOPT.
Dalam kesempatan itu Tri memberikan arahan kepada para peserta agar setelah dilatih menjadi lebih “BERANI” dalam operasional kegiatan pengamatan, harus lebih menyentuh kepada petani sehingga petani dapat diajak kerja sama dalam pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) lebih dini (preeemtif). Hasil pengamatan rutin mingguan harus dilaporkan dengan jujur agar seluruh pemangku kepentingan dapat menindaklanjuti sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Jika sudah responsif itu artinya kita belum bekerja, jangan sungkan-sungkan ajak petani menerapkan PHT, jangan takut melaporkan hasil pengamatan” tutur Tri Susetyo sesaat sebelum acara pembukaan.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelatihan Yossi Futaki mengatakan “Tujuan dari pelatihan P3OPT Pangan adalah dalam rangka meningkatkan kompetensi THL TB POPT dengan memahami dasar-dasar teknologi P3OPT yang sejak direkrut belum disampaikan secara utuh, praktek akan lebih banyak yaitu sekitar 70 persen dan teori tiga puluh persen”.
Pelatihan dilaksanakan selama dua minggu dari 15-30 Juli 2018 di BBPOPT dan diikuti oleh 30 orang THL TB POPT dari 25 provinsi seluruh Indonesia merupakan bagian dari 1.287 petugas yang direkrut oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian pada Tahun 2007.

Dari data yang dapat dihimpun, sejak tahun 2014 BBPOPT telah melatih sebanyak 420 THL TB POPT hingga tahun 2017, “ jadi masih ada sekitar 800 an yang harus kita latih pada tahun mendatang itupun jika anggarannya mencukupi, makin banyak yang dilatih harapannya OPT makin mudah terdeteksi dan diproteksi” kata Yadi Kusmayadi staf senior sekaligus fasilitator pelatihan, sumber : IG dan FB Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here