Banjar, Kalsel (B2B) – Kementerian Pertanian RI menyiapkan SDM andal dan siap pakai mendukung pengembangan lahan rawa pada program ´Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani´ atau #Serasi di Provinsi Kalimantan Selatan, melalui identifikasi calon peserta pelatihan alat dan mesin pertanian (Alsintan), budidaya tanaman pangan, tata kelola air hingga pengolahan dan pemasaran hasil produksi pangan strategis.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Bustanil Arifin Caya mengatakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berperan penting menyiapkan SDM untuk mendukung kinerja #Serasi pada lokasi pilot project di Desa Tadau dan Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

“Tugas Puslahtan menyiapkan SDM, diawali dengan identifikasi calon peserta latih sampai pembekalan dan pelatihan sesuai kebutuhan untuk mendukung program #Serasi,” kata Bustanul AC saat dialog dengan para petani dan penyuluh pertanian di Posko #Serasi BPPSDMP di Sungai Tabuk, Jumat (11/01).

Identifikasi bertujuan mengetahui potensi dari petani, penyuluh pertanian, pemuda tani, operator Alsintan untuk mengikuti pelatihan yang digelar Puslatan untuk mendukung capaian target #Serasi mengoptimalkan fungsi lahan rawa yang selama ini terbengkalai bagai ´raksasa tidur´ padahal potensinya luar biasa untuk memproduksi pangan sepanjang tahun tanpa terpengaruh kekeringan musim kemarau.

Berita Terkait :

Mentan Amran: Stok Pangan Aman, Harga Terkendali, Mafia Dilibas

Menteri Desa : Pendapatan Desa Melonjak karena Pertanian

Awal Tahun 2019, Bulog Klaim Bisa Serap 1,4 juta ton Beras

“Kalsel membutuhkan SDM bermental baja didukung mekanisasi pertanian,didukung mekanisasi pertanian mengembangkan lahan rawa sebagai tumpuan masa depan produksi pangan nasional,” kata Bustanul AC didampingi Kepala Bidang Standardisasi Sertifikasi Profesi Puslatan, Zuroqi Mubarok.

Dia mengingatkan bahwa program #Serasi di lahan rawa harus didukung pengaturan tata kelola air, optimalisasi pemanfaatan Alsintan untuk mendukung waktu olah lahan dan olah tanam yang terukur dan sistematis.

“Kementan mengharapkan penyuluh pertanian tetap menjaga semangat dan energi mendampingi petani. Dampingi dan beri semangat petani. Berikan solusi terbaik ketika petani menghadapi kesulitan,” kata Bustanul AC.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here