Serangan  Fall Armyworm, jenis Spodoptera frugiperda (FAW), atau ulat tentara ke sejumlah daerah di tanah air harus diwaspadaI. Awalnya menyerang tanaman jagung di  Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), Aceh, Lampung, Jambi dan Bekulu (Sumatera). Kini, serangga asal Negeri Paman Sam  tersebut sudah merambah ke Banten, dan Tegal (Jawa).

“Bukan bermaksud menakut-nakuti. Tapi, serangan FAW di beberapa daerah di Sumatera dan Jawa itu sebagai early warning system bagi petani jagung dan pemerintah. Sebelum lebaran tahun ini masih di Sumatera dan setelah lebaran tahun ini sudah sampai di Banten dan Tegal,” papar Ketua Tim Teknis Komisi Pestisida Indonesia, Departemen Proteksi Tanaman Fak. Pertanian IPB, Prof. Dr.Ir. Dadang kepada tabloidsinartani.com.

Menurut Dadang, apabila saat ini sudah masuk Tegal, untuk masuk ke Jawa Timur (Jatim) tinggal menunggu waktu. “Saat itu, kami sudah memberi warning, FAW sudah masuk ke Pasaman Barat. Karena itu, untuk menyebar di Jawa, khususnya di Jawa Timur yang lahan jagungnya cukup luas juga tinggal menunggu waktu. Sebab, serangga ini mempunyai daya jelajah yang cukup jauh,” jelas Dadang.

Dadang menjelaskan, di negara asalnya (AS), FAW memiliki jadwal migrasi yang tetap. Hama tersebut memencar ke seluruh penjuru AS dan terbang ke bagian selatan Canada setiap musim panas. Sehingga migrasi menjadi strategi untuk bertahan hidup serangga tersebut.

Pemencaran terjadi pada saat imago belum bertelur dan ngengat FAW bisa memencar mengikuti angin. Bahkan, jenis serangga ini dapat memencarkan dari Mississippi ke Canada dalam waktu 30 jam. “Seringkali larva terbawa oleh sayuran, buah, atau tanaman hias yang dikirim dari AS ke Eropa dengan transportasi udara,” ujarnya.

Dadang memperkirakan, masuknya FAW ke sejumlah daerah di Indonesia ini dikarenakan hama ini merupakan penerbang yang kuat. Imago dengan bantuan angin, dapat terbang sampai 100 km per hari. Selain punya ketertarikan terhadap cahaya, FAW bisa juga menyebar melawati sayuran yang diimpor. Mungkin juga lewat impor jagung yang akan dijadikan pakan atau sebagai bibit induk.

FAW umumnya menyerang tanaman jagung yang masih muda. Pada fase larva bisa merusak tanaman dan pada fase imago menyebabkan hama ini cepat menyebar. “Populasi terkadang rendah, sehingga keberadaan larva kadang sulit dideteksi. Serangga ini juga bisa masuk ke dalam bagian tanaman dan aktif makan di sana,” ujar Dadang.

Kendati populasinya rendah, kecepatan reproduksi serangga yang menghebohkan tersebut cukup tinggi. Ulat tentara betina, mampu bertelur sebanyak 1.844 butir dan antar generasi dapat overlapping . Tak heran apabila, FAW merupakaan hama yang sangat merusak dan bisa menyerang sejumlah tanaman pangan lainnya di dunia. FAW memiliki kisaran inang yang sangat luas dan yang lebih disukai adalah rumput.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here