Bogor – Serangan ulat tentara di lahan pertanaman jagung membuat petani ketar ketir. Tapi sebenarnya, ada cara mudah untuk menghindari serangan tersebut. Salah satunya dengan memberikan pupuk silika pada pertanaman muda.

Berdasarkan penuturan Dosen dari Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University, Hermanu Triwidodo, intercept dari ulat tentara ini sudah ditemukan di Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Pulau Jawa, kecuali Jawa Timur.

“Dia itu nyerang tanaman muda. Karenanya, kita perlu memperkuat tanaman jagung muda tersebut seperti memilih bibit yang bagus dan pupuk silika ditambahkan pada pertanaman,” tutur Hermanu.

Baca juga : Demi Keberlanjutan Pangan, Kementan Kembangkan Opal di 2.300 Titik

                   Jamuan Buah Tropis Ala Presiden Jokowi, Sekaligus Membuka Pintu Ekspor

Cara tersebut dituturkan Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN) ini jauh lebih baik daripada menyemprotkan pestisida sistemik.

“Pemberian pupuk silika ini bisa diberikan per hektarnya sebanyak 3 kali yaitu pada awal pertanaman (1 liter/ha), pemberian kedua diberikan setelah munculnya tongkol muda yaitu 1,5 bulan setelah pupuk silika pertama dan banyaknya 1 liter per hektar juga,” tuturnya.

Pemberian pupuk silika ketiga, dilakukan setelah tongkol jagungnya muncul. Petani bisa memberikan sebanyak 1 liter per hektar juga. “Daripada pakai racun (pestisida) karena pada level tertentu, ulat tentara ini jika sudah masuk ke dalam batang dan tongkol, susah untuk diberantas,” tukasnya.

Adapun efek pemberian pupuk silika pada tanaman jagung adalah memperkuat jaringan tanaman sehingga tahan akan gigitan dari ulat tentara, sehingga mereka tidak bisa berkembang.

“Cara ini sudah mulai dilakukan temen-temen di lapang (lingkup GPN) seperti di Jawa Timur yang selain menggunakan bahan organik, mereka juga menambahkan pupuk silika pada tanamannya.

Dalam beberapa penelitian, Silika memang sangat cocok untuk program Pengendalian Hama Terpadu (HPT), karena bekerja tidak dengan meracuni OPT, namun dengan membentuk benteng ketahanan fisik tanaman terhadap serangan OPT. Sehingga tidak menyebabkan kekebalan OPT seperti yang disebabkan oleh fungisida dan insektisida pada umumnya, serta tidak meninggalkan residu bahan beracun dan berbahaya pada tanaman dan lingkungan.

Silika merupakan nutrisi silika terlarut dalam air yang mudah diserap oleh tanaman. Nutrisi Silika tersebut akan dibawa oleh jaringan tanaman ke lapisan sel terluar (epidermis) untuk membentuk lapisan yang keras (cuticle).

Dan ketika sel-sel silika tersebut melapisi seluruh permukaan sel terluar, termasuk dengan bulu-bulu tanaman, maka selain dinding sel sulit ditembus oleh sengat OPT, bulu-bulu tanaman yang telah menjadi lebih keras akan menjadi seperti kawat berduri yang akan menghambat serangan OPT atau bahkan membunuh OPT (sumber : tabloidsinartani.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here