Bekasi (13/2) Memasuki musim tanam satu Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para petani untuk mengatasi serang Orgisme Pengganggu Tumbuhan.

Retno Kepala Seksi Informasi dan Dokumentasi Balai Besar Peramalan OPT menyampaikan pihaknya selalu siap untuk memberikan bimbingan mengenai pengendalian OPT “ Materi bimtek tidak hanya sebatas satu OPT saja, apa yang menjadi permasalahan kami siap untuk memberikan strategi pengendalian “ papar Retno saat membuka acara Bimtek di Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikarang Timur (13/02).

Dalam acara tersebut Entang Ketua Gabungan Kelompok Tani Panyosogan menyampaikan kami telah melakukan beberapa teknik pengendalian untuk mengendalikan OPT Tikus, tetapi hasilnya kurang maksimal “ maka dari itu kita mengundang BBPOPT untuk berbagi pengalaman kepada petani disini mengenai pengendalian Tikus “ Ungkapnya.

Entang menjelaskan petani disini kebanyakan petani turunan sehingga teknologi budidaya yang diterapkan masih berasal dari orang tuanya, sehingga dibutuhkan sentuhan toknologi supaya cara pengendalian OPT nya terutama dalam pengendalian Tikus.

Sawadi POPT Balai Besar Peramalan OPT menyampaikan teknologi pengendalian tikus yang dapat diterapkan diantaranya gropyokan, pengemposan, pengumpanan dan pemasangan plastik (TBS atau LTBS) dengan bubu (perangkap tikus) tambahnya, “ Jadi Teknologinya belum ada yang baru “ seru Sawadi saat menyampaikan materi pada acara Bimtek.

Sawadi menambahkan dalam pengendalian tikus pengumpanan dan pemasangan plastik (TBS atau LTBS) harus melihat jalur lalu lintas tikus terlebih dahulu dan posisi Tikus itu bersarang dengan melihat lubang aktifnya.

Ditambahkan Nanar POPT Balai Besar Peramalan OPT pengendalian Tikus tidak bida dilakukan secara individu “ Jadi jika ingin mengendalikan tikus harus bersama-sama” Pungkas Nanar saat menutup acara tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here