Malang— Siapa yang menyangka ternyata tumbuhan liar ini memiliki manfaat dan khasiat yang luar biasa. Putri malu yang memiliki nama latin Mimosa pudica ini ternyata kaya kandungan mikroba yang bermanfaat dibidang pertanian.

Dikutip dari halaman Wikipedia, tanaman putri malu umumnya mempunyai ciri khas, antara lain memiliki kemampuan dalam gerak seismonasti (tigmonasti). Jika daun tanaman putri malu disentuh, maka daun akan mengatupkan anak-anak daunnya.

Gerakan menguncup tanaman putri malu itu disebut-sebut berfungsi untuk melindungi diri dari serangan hewan herbivora (pemakan tumbuhan) disekitarnya. Selain itu, ciri lain tanaman putri malu dikenal dari batangnya yang berwarna merah. Jika sudah tua batangnya akan berubah warna menjadi warna hijau.

Putri malu merupakan tanaman perdu pendek suku polong-polongan yang berasal dari dataran Amerika Tropis. Tersebar di seluruh wilayah  Asia dan banyak menempati padang rumput savana dan semak belukar dengan ketinggian 1-1200 m dpl.

Banyak yang tidak menyadari putri malu ini memiliki banyak manfaat bagi petani? Bagi sebagian besar orang, umumnya mengira tanaman putri malu hanya tumbuhan liar yang tidak memiliki manfaat sama sekali. Namun ternyata akar tanaman putri malu ini memiliki banyak manfaat dibidang pertanian.

Mikroba pada Akar

Jika kita perhatikan tumbuhan putri malu terdapat beberapa fakta menarik. Pertama, putri  malu sangat invasif terhadap tanaman lain dalam suatu ekosistem tempat hidupnya. Artinya, putri malu berkembang sangat cepat melebihi  populasi tanaman lain.

Kedua, putri malu tahan terhadap cekaman abiotik. Hal ini bisa diperhatikan, bahwa tanaman ini lebih tahan terhadap kekurangan air, daunnya pun selalu nampak hijau saat kemarau panjang. Fakta tersebut dapat dimaknai, pasti ada sesuatu yang luar biasa di area perakaran , sehingga mampu memberi daya hidup bagi si pemalu itu.

Jika menilik dari sukunya, tumbuhan putri malu termasuk saudara jauh dari kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Tanaman tersebut memiliki pabrik pupuk berupa bintil-bintil akar. Dalam bintil-bintil akar tersebut bermiliar-miliar konsorsium koloni mikroba bersimbiosis mutualisme  dengan akar putri malu.

Mikroba  dalam  rizosfer akar putri malu:

  1. Rhizobium bakteri gram negatif aerob dalam suku Rizhobiaceae  yang bersimbiosis dengan inang tertentu seperti pada tumbuhan  suku leguminosa dan kacang-kacangan.
  2. Bacillus sp adalah jenis bakteri yang “numpang hidup” pada rizosfer akar. Salah satu manfaat bakteri ini adalah kemampuannya untuk melarutkan fosfat dan kalium serta menghasilkan zpt pemacu pertumbuhan tanaman, juga menekan perkembangan mikroba patogen.
  3. Pseudomonas putida adalah salah satu strain Bakteri Pseudomonas sp. yang biasa menghuni rizosfer akar. Bukti ini dikuatkan penelitian Yenny Wuryandari yang menyebutkan Pseudomonas putida yang disolasi dari perakaran putri malu mampu menekan serangan penyakit layu bakteri akibat bakteri Ralstonia Solanacearum  pada tembakau di Sumatera Utara.
  4. Actinomycetes adalah bakteri yang dikenal memiliki kemampuan menghasilkan antibiotik terhadap  beberapa  jenis bakteri pathogen tular tanah. Bakteri ini banyak hidup sekitar perakaran tumbuhan berakar serabut, termasuk tumbuhan putri malu. Seperti yang dilaporkan dalam penelitian Rachdiacithashim tahun 2003 tentang actinomycetes yang hidup dalam perakaran putri malu. (sumber : tabloidsinartani.com) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here