Antisipasi serangan OPT pada padi terutama wereng batang cokelat (WBC) dan penggerek batang padi (PBP), Tim Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) beserta Staf Khusus Menteri Firdaus Hasan turun untuk melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Gerakan Pengendalian (Gerdal) kepada para petani di kelompok tani Rosomulyo Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun (7/8/2020).  Bimtek dihadiri oleh Staf khusus Menteri, Kepala BPTPH Jawa Timur, Kepala BBPOPT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun, Koordinator LPHP Madiun, Koordinator/Penyuluh Kecamatan Geger, Koordinator POPT/POPT wilayah LPHP, Babinkamtibmas Desa Pagotan, serta Petani/kelompok tani Rosomulyo sebanyak 25 orang.

Kepala BBPOPT Enie Tauruslina mengungkapkan bimtek dan gerdal menjadi komponen dalam pengamanan produksi serta merupakan upaya kementan untuk menjaga agar produksi tetap aman. Sesuai arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi bahwa dalam pertanaman prosesnya sampai dengan panen harus dijaga.

“Bimtek ini dilakukan agar POPT dan juga petani pada khususnya mampu memahami dinamika populasi wereng batang cokelat dan penggerek batang padi sehingga paham mengenai gejala serangannya serta bagaimana pengendalian yang tepat,” papar Dianto saat ditemui pada acara bimtek.

Materi yang diberikan saat bimtek meliputi dinamika populasi WBC, kaidah 5 tepat pengendalian, evaluasi hasil pengendalian serta diskusi terbuka dengan POPT maupun petani. Dalam antisipasi serangan OPT padi, kegiatan monitoring OPT menjadi sangat penting dilakukan sebab dengan pengamatan, dapat diketahui jenis dan kepadatan populasi OPT, luas dan intensitas serangan OPT, daerah penyebaran serta hasil pengamatan dapat digunakan sebagai pedoman menentukan langkah pengendalian.

Selain bimtek, Petugas POPT BBPOPT Dianto dan Sawadi juga melakukan monitoring lapang yang dilakukan di desa Pagotan dan Nglandung. Dari hasil monitoring ditemukan populasi WBC 5 – 30 ekor/rumpun dan padat populasi musuh alami (MA) 1 – 3 ekor/rumpun pada umur tanaman 20 –-30 hst. Selain itu ditemukan juga populasi kelompok telur PBP 8,3/m2

“Berdasarkan data pengamatan keadaan lapang diperkirakan populasi atau serangan WBC dan PBP akan meningkat karena sedang terjadi migrasi dari wilayah panen di sekitar wilayah serangan. Stadia WBC saat ini dewasa bersayap panjang dan kemungkinan penetasan awal akan terjadi pada pertengahan bulan Agustus 2020,” ungkap Sawadi.

Sebagai langkah antisipasi serangan maka kedua petugas POPT dari BBPOPT tersebut memberikan rekomendasi untuk segera dilakukan pengendalian WBC dengan menggunakan insektisida racun kontak guna menurunkan populasi awal pada pertanaman maupun persemaian. Kemudian melakukan pengambilan kelompok telur PBP secara mekanis di pesemaian serta konservasi parasitoid secara sederhana dengan menggunakan bumbung bambu atau pemasangan pias Trichogramma sp. apabila tersedia. Selain itu melakukan penaburan carbofuran 4 (empat) hari sebelum pindah tanam dengan dosis 4-6 kg/ha pertanaman (400 m2) pesemaian.

Kegiatan pengendalian WBC dilakukan saat itu juga pada luasan 2 ha dengan umur tanaman 20 – 30 hst. Varietas dominan pada hamparan yaitu Ciherang dan Inpari-32. Gerakan pengendalian dilakukan menggunakan bahan aktif buprofezin dengan volume semprot 400 L/ha. Adapun insektisida berasal dari bantuan pemerintah.

“Lakukan evaluasi hasil pengendalian dalam waktu 1-2 hari setelah pengendalian untuk insektisida kontak dan 3-4 hari untuk sistemik, POPT dan petani juga harus melakukan pengamatan intensif dan berkelanjutan untuk melihat perkembangan populasi berikutnya serta membuat laporan secara berkala serta melaporkannya secara berjenjan. Jangan sampai setelah pengendalian tidak ada evaluasi hasil,” tegas Dianto.

Kegiatan lainnya yang dilakukan tim BBPOPT beserta Staf Khusus Menteri Firdaus Hasan adalah melakukan pertemuan di LPHP Madiun dengan seluruh staff, koordinator POPT, POPT, PPL dan tim BPTPH Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang program strategis Kementan, penyampaian hasil atau capaian kegiatan yang telah dan sedang dilakukan oleh LPHP Madiun, pengamanan produksi terkait serangan OPT, antisipasi serangan OPT untuk MK 2020 serta percepatan tanam/LTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here