Kementan bergerak cepat dalam merespon adanya laporan serangan Wereng Batang Coklat (WBC) di beberapa lokasi Provinsi Sumatera Utara, segera melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) dan gerakan pengendalian (gerdal) tanggal 13-14 Agustus 2020. Kepala Balai Besar Peramalan OPT (BBPOPT) Enie Tauruslina menyampaikan kegiatan bimtek dan gerdal sebagai salah satu upaya dalam pengamanan produksi padi dari serangan OPT.

“BBPOPT beserta tim Pusat dari Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mengawal kegiatan pengamanan produksi pangan nasional. Oleh karena itu kami merespon cepat jika ada laporan serangan OPT seperti hama WBC yang saat ini terjadi di Sumatera Utara,” tutur Enie. 

Tim BBPOPT melaksanakan bimtek dengan materi antara lain pengendalian OPT, teknologi pengendalian WBC dan pengendalian penyakit utama tanaman padi. Kegiatan bimtek diikuti oleh petugas lapang POPT di wilayah satpel LPHP Tanjung Morawa sebanyak 32 orang. Kegiatan ini juga dihadiri Staf Khusus Menteri Bidang Investasi, Ditlin TP, BBPOPT, Kepala  BPTPH Sumatera Utara, Staf Teknis BPTPH Sumatera Utara, Koordinator POPT dan staf LPHP Tanjung Morawa.

“Diharapkan petugas POPT nantinya mampu mengidentifikasi gejala serangan OPT tanaman padi terutama hama WBC dan tikus serta penyakit utama lainnya pada tanaman padi, sehingga paham menerapkan teknologi pengendalian yang tepat,” papar Irwan petugas POPT BBPOPT saat ditemui pada saat paparan bimtek.

Irwan menambahkan, antisipasi serangan OPT diperlukan dengan melakukan pengamatan yang intensif sehingga terdeteksi lebih awal keberadaan WBC atau OPT lainnya di lapangan. Jika sudah ditemukan populasi diatas ambang batas pengendalian maka segera lakukan pengendalian secara bersama-sama.

Selain bimtek, berdasarkan laporan yang diterima, serangan WBC terjadi di beberapa lokasi dan tim BBPOPT segera melakukan pemantauan keadaan lapang untuk menentukan langkah-langkah pengendalian. Hasil pengamatan keadaan lapang tersebut dilaporkan padat populasi WBC 5-150 ekor/rumpun, umumnya yang ditemukan stadia nimfa.

Sebagai langkah antisipasi serangan, Irwan memberikan rekomendasi pengendalian WBC untuk segera melakukan aplikasi penyemprotan insektisida berbahan aktif buprofezin yang merupakan bantuan pemerintah. Tujuan aplikasi tersebut tersebut untuk menurunkan populasi awal di pertanaman. Kegiatan gerdal yang dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Desa Sementara, Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, Desa Pintu Air Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat dan Desa Teluk Meku Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Gerdal dilakukan bersama-sama petani hamparan.

“POPT dan petani segera melakukan evaluasi setelah aplikasi penyemprotan dengan melakukan pengamatan intensif dan berkelanjutan, ” tutup Irwan.

Selain kegiatan bimtek dan gerdal, POPT BBPOPT yaitu Ulfah Nuzulullia dan Sudarti juga melakukan bimbingan teknis penerapan peramalan OPT spesifik lokasi di BPTPH Provinsi Sumatera Utara.

“Kegiatan ini bertujuan agar instansi daerah yaitu UPT Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi dapat mengembangkan dan menerapkan model peramalan spesifik lokasi, sehingga dapat diketahui prakiraan serangan OPT di daerah tersebut dan segera dilakukan tindakan antisipasi,” ucap Ulfah.

Sesuai arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menghimbau agar merespon cepat permasalahan OPT dan DPI di lapangan. Pihaknya telah mengerahkan petugas lapangan untuk terus mendampingi petani dan mengawal pertanaman sampai panen.

Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga telah memerintahkan kepada semua jajaran Kementerian Pertanian untuk terus mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti serangan hama dan penyakit dengan melakukan upaya-upaya maksimal untuk menjaga dan mengamankan produksi pangan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here