Cirebon, 24 Juni 2021, sebanyak 33 orang petani dari kelompok tani Berkah Mandiri mengikuti dengan antusias pelatihan dan Bimbingan Teknis pembuatan Agens Pengendali Hayati yang diselenggarakan oleh BBPOPT bertempat di rumah ketua poktan bernama Budi, Poktan ini dikenal aktif mengadakan penyuluhan, bimbingan dan sosialisasi dibidang pertanian.

Bertindak sebagai narasumber adalah Sawadi dari BBPOPT sekaligus penanggung jawab pengamanan produksi wilayah Cirebon dan Hadi Suyanto dari laboratorium Agens Hayati, Sawadi menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk mengenalkan kepada masyarakat dan petani khususnya tentang pengendalian yang ramah lingkungan, dengan menggunakan agens pengendali hayati, karena menurut pantauannya di lapangan petani rata-rata memakai pestisida kimia sebagai senjata utama dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT), yang notabene bila dilakukan secara serampangan dan dalam jangka waktu panjang akan kontra produktif bahkan mengancam kestabilan ekosistem, apalagi kebiasaan petani yang melakukan penyemprotan secara periodik, yaitu penyemprotan yang dilakukan berdasar jadwal yang sudah ditentukan misal seminggu sekali dan terlepas dari ada atau tidaknya OPT, hal ini akan berakibat fatal karena predator dan musuh alami OPT akan ikut mati, di ujung keterangannya Sawadi menggaris bawahi bahwa dengan penggunaan Agens Hayati ini diharapkan produksi meningkat, petani sehat, dan lingkungan terawat tutup Sawadi

Dalam materinya Hadi Suyanto memaparkan tentang jenis-jenis agens hayati yang bisa dijadikan sebagai pengendali yang ramah lingkungan, menurut Hadi secara garis besar Agens Hayati yang dikembangkan di laboratorium BBPOPT di bagi ke dalam 2 golongan yaitu golongan cendawan / jamur dan Bakteri, pada kesempatan tersebut Hadi mempraktekkan perbanyakan masal jamur Beauveria basiana dan bakteri Paenibacillus polymyxa, jamur Beauveria diaplikasikan untuk mengendalikan hama dari golongan serangga seperti wereng batang coklat, wereng daun hijau, wereng punggung putih, penggerek batang padi, penggulung daun, walang sangit, dan kepinding tanah, sedangkan untuk Paenibacillus ditujukan untuk mengendalikan penyakit Kresek (BLB), Blast dan Busuk Pelepah, dalam hal ini secara umum menghambat timbulnya gejala awal, menekan penyebaran maupun intensitasnya tutup Hadi.

Beralih kepada Budi, Ketua Poktan Berkah Mandiri ini mengungkapkan bahwa kegiatan Bimtek Pengenalan Agens Hayati untuk pengendalian sangat bermanfaat sekali, selain menambah wawasan para petani juga bisa menjadi alternatif pengendalian di pertanaman, dirinya berharap petani bisa mempraktekannya secara langsung di persawahan dan menjadi solusi bagi permasalahan seputar OPT di lapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here