Bandung, 08 Oktober 2021, Workshop Evaluasi dan Peramalan OPT Pangan yang dilaksanakan selama 4 hari akhirnya selesai, acara yang dihadiri oleh seluruh perwakilan dari provinsi di Indonesia itu berjalan dengan lancar dan sukses, para peserta mengikuti dengan antusias dan penuh semangat.

Ketika ditanya tentang acara ini seorang peserta bernama Safprada perwakilan dari Nusa Tenggara Barat memberikan komentar: ini adalah even nasional dan kegiatan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pertanian di Indonesia, informasi peramalan ini sangat berarti bagi kami dalam mewaspadai serangan OPT yang akan terjadi, sehingga kami bisa menyiapkan diri mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminimalisir dampak serangan OPT, selain itu kami mengucapkan terimakasih kepada BBPOPT atas sharing ilmu khususnya peramalan sehingga kami lebih faham ucapnya.

Dari workshop tersebut dihasilkanlah angka ramalan untuk MT 2021/2022, Koordinator Fungsional BBPOPT Wayan Murdita menyampaikan bahwa total perkiraan serangan OPT untuk tanaman Padi adalah 221.866 ha, Jagung 49.132 ha, dan Kedelai 632 ha, Ia melanjutkan ada beberapa OPT utama pada tanaman padi, jagung dan kedelai yang harus diwaspadai, OPT yang dimaksud adalah

PBP, Tikus, Blas,HDB, WBC dan Tungro, menyerang pada tanaman Padi dengan rincian luas serangan  yaitu PBP (63.232 ha), WBC (24.885 ha), Tikus (59.166 ha), Blas (30.754 ha), HDB (41.896 ha), dan Tungro (1.933 ha) sehingga total adalah 221.866 ha.

Untuk  OPT utama tanaman jagung yaitu Ulat grayak Spodoptera sp (6.303 ha), Ulat Grayak S. frugiperda (27.267 ha), Tikus (7.202 ha), Penggerek Batang Jagung (2.561 ha), Penggerek Tongkol Jagung (2.143 ha), Bulai (2.895 ha), dan Lalat Bibit (761 ha), total adalah 49.132 ha

Sedangkan untuk tanaman Kedelai yaitu Ulat Grayak seluas (237 ha), Penggerek Polong (106 ha), Penggulung Daun (159 ha), Tikus (77 ha),  Lalat Kacang (20 ha), dan Ulat Jengkal (33 ha), sehingga total (632 ha).

Selain mendapatkan informasi tentang peramalan, para peserta juga dibekali ilmu tentang pemetaan yang tidak kalah penting artinya untuk mengelola dan menayangkan informasi seputar pertanian dan OPT secara visual, Busyairi yang bertindak sebagai narasumber menerangkan tentang manfaat pemetaan sekaligus membimbing peserta langkah demi langkah tata cara membuat sebuah peta tematik yang informatif, menurut Busyairi peta yang baik adalah peta yang berisi informasi yang dibutuhkan, mudah dibaca dan difahami oleh orang awam sekalipun, kemudian memiliki Informasi lengkap tentang data yang disajikan.

Busyairi menambahkan ada banyak software pemetaan yang kini beredar, ada yang berbayar dan ada yang gratis, ada yang mahal dan ada yang murah, saat ini Ia memilih Quantum GIS atas beberapa pertimbangan, yaitu gampang didapatkan karena gratis, update dan perkembangan yang cepat, bisa menangani analisis spasial, menyajikan fasilitas dasar ekstraksi data, dan relative mudah digunakan, seorang yang baru belajar saja akan cepat faham dalam hitungan jam,  Ia berharap agar para peserta bisa memanfaatkan pemetaan ini dengan sebaik-baiknya serta di praktekan di daerahnya masing-masing demi menjawab kebutuhan informasi yang publik butuhkan.

Sebagai penutup koordinator Kelompok Substansi Pelayanan Teknis, Informasi dan Dokumentasi Suwarman berpesan kepada semua peserta agar informasi peramalan ini bisa menjadi patokan dasar dalam menentukan tindakan pencegahan terhadap serangan OPT pada MT 2021/2022, mohon agar informasi peramalan ini bisa disampaikan kepada para petugas dan petani di daerah jangan hanya tersimpan di laptop dan buku saja, sehingga informasi yang sangat berharga ini bisa dimanfaatkan sebaik dan seluas mungkin, tutup Suwarman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here