Bandung, 13 November 2021, Jelang akhir tahun Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan seminar hasil pengembangan teknologi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian Organiseme Pengganggu Tumbuhan (P3OPT)

Seminar dibuka langsung oleh Enie Tauruslina selaku Kepala Balai, dalam sambutannya Enie mengatakan bahwa dari hasil kajian ini diharapkan diperoleh teknologi yang efektif dan efisien dalam menangani serangan OPT dengan prinsip yang ramah lingkungan selain itu hasil kajiian ini harus bisa dirasakan manfaatnya oleh publik khususnya para petani disamping itu BBPOPT harus mendukung kegiatan Ditjen Tanaman Pangan yaitu pengembangan P4 dan BTS yang sedang gencar-gencarnya dilakukan, untuk itu kegiatan BBPOPT harus dibuat matriks kinerja agar kegiatan terencana dan mudah untuk memonitor progres kegiatan ujar Enie

Seminar hasil pengembangan teknologi P3OPT ini diikuti oleh seluruh pejabat fungsional POPT BBPOPT, perwakilan dari BPTPH Jawa Barat, Ditlin TP, dan para akademisi dari berbagai universitas sebagai narasumber

Adapun kajian yang dilakukan seminar oleh BBPOPT Pada tahun 2021 berjumlah 16 judul yaitu :

  1. Uji Efektivitas Buah Sirih Hutan (Piper aduncum L.) Untuk Pengendalian Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal) pada Tanaman Padi;
  2. Pengelolaan Model Pertanian Organik Dalam Pengendalian OPT di Ekosistem Padi Sawah;
  3. Deteksi Molekuler Burkholderia glumae Penyebab Penyakit Busuk Bulir Padi;
  4. Uji PCR dan Analisis Filogenetik Spodoptera frugiperda di Indonesia;
  5. Pengaruh Induksi Pseudomonas fluorescens terhadap Penyakit dan Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa L.);
  6. Model Peramalan OPT Utama Padi di Persemaian;
  7. Hubungan Antara Lubang Aktif Tikus dan Kerusakan Tanaman;
  8. Pengendalian Penyakit Bulai Menggunakan Agens Hayati Paenibacillus polymyxa dan Pseudomonas fluorescens pada Tanaman Jagung;
  9. Pemanfaatan Citra Satelit untuk Mendeteksi dan Mengidentifikasi Kerusakan pada Tanaman Padi Berbasis Spektral;
  10. Pemetaan Emerging Infectious Diseases (EIDs) dan Pengamatan Penyakit Busuk Batang Pada Tanaman Padi;
  11. Uji Efektivitas Trichoderma viride dan Gliocladium sp. Terhadap Penyakit Busuk Pelepah Daun (Rhizoctonia solani) pada Tanaman Jagung;
  12. Uji Efektivitas Beauveria bassiana dan Metarhizium sp. terhadap Aphis glycine Matsumura pada Tanaman Kedelai;
  13. Uji Efektivitas Beauveria bassiana terhadap Spodoptera litura Fabr. Pada Tanaman Kedelai;
  14. Pengaruh Penggunaan Herbisida terhadap Insidensi Penyakit Padi;
  15. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Trichoderma viridae terhadap Pengendalian OPT dan Produksi Porang;
  16. Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Trichoderma viridae terhadap Pengendalian OPT dan Produksi Ubi Kayu.

Semoga seluruh kajian yang dilakukan BBPOPT bisa membawa dampak positif terhadap kemajuan teknologi di bidang pertanian, sehingga faktor pembatas penurunan produksi dari sisi organisme pengganggu tumbuhan bisa ditekan seminimal mungkin, dengan demikian target kementerian pertanian untuk meningkatkan hasil produksi demi kesejahteraan bangsa Indonesia bisa tercapai, sebagaimana motto kementerian pertanian “Petani Sejahtera Bangsa Berjaya”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here