Makassar, 15 November 2021, salah satu agenda besar Kementerian Pertanian yang telah diluncurkan kepada masyarakat adalah Integrated Farming (IF) atau bila dialih bahasakan berarti pertanian terpadu, khusus untuk Sulawesi Selatan Integrated Farming ini dilaksanakan dengan jagung sebagai tanaman utama.

Membuka kegiatan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi memberikan amanat bahwa IF ini harus disosialisasikan kepada petani dengan bahasa yang lebih sederhana yaitu pertanian terpadu, agar mudah di cerna dan petani lebih faham akan program yang kita maksud, namun demikian istilah integrated farming juga harus tetap hidup dan perlu dikenalkan sebagai bentuk edukasi kepada mereka.

Ia menekankan bahwa Integrated Farming yang dianjurkan untuk satu kabupaten adalah minimal 2 titik masing-masing seluas 20 ha dengan penanganan intensif, namun itu bukan harga mati, pelaksanaannya bersifat fleksibel menyesuaikan dengan keadaan dan potensi wilayah, andai lahan yang tersedia 11,5 ha maka itupun bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan Pertanian Terpadu, tuturnya

Karena ini akan dijadikan sebagai show windows maka perlu diupayakan agar lokasi strategis, mudah diakses, serta jalan yang cukup luas, bila memungkinkan jadikan sebagai Agrowisata agar sumber penghasilan petani bisa bertambah demikian harap Suwandi

Menyambung uraian Suwandi, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui sekretarisnya, Mamun menyampaikan bahwa program Integrated Farming harus kita dukung dan sukseskan untuk mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri dan moderen, menurutnya IF sebagai program prioritas dari kementan sejalan dengan pertanian berkelanjutan, Ia meneruskan ada 3 hal yang harus diperhatikan untuk membangun pertanian yang berkelanjutan, pertama budaya tani, kedua mempunyai nilai ekonomis, dan ketiga faktor lingkungan, 3 hal inilah yang berperan penting dalam mewujudkan keberhasilan tutupnya.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Enie Tauruslina yang turut hadir pada kesempatan ini menjelaskan Integrated Farming adalah Sistem pertanian dengan upaya memanfaatkan keterkaitan antara tanaman, hewan ternak dan perikanan, untuk mendapatkan agroekosistem yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam.

Enie menambahkan prinsip Integrated Farming adalah zero waste yaitu limbah suatu kegiatan bisa dimanfaatkan untuk input kegiatan lainnya, sehingga tidak ada limbah yang terbuang, prinsip berikutnya adalah menjaga keseimbangan ekosistem serta mendorong konservasi habitat dengan cara menerapkan pertanian organik agar tercipta pertanian berkelanjutan ujar Enie.

Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulawesi Selatan (Sulsel), Suaib menyambut dengan senang hati, terkait acara Ini, Ia mengungkapkan rasa bahagianya, karena Sulsel bisa menjadi tuan rumah, sekaligus dijadikan sebagai tempat percontohan, baginya ini adalah amanah yang harus diwujudkan dalam bentuk kesuksesan, sebagaimana kesuksesan yang telah diraih Sulsel dalam meningkatkan produksi hasil pertaniannya, Suaib mengklaim dari tahun ke tahun Sulsel tidak pernah mengalami penurunan produksi, untuk itu ia meminta jajaran kementerian pertanian untuk selalu memberikan bimbingan dan pembinaan agar kedepan Sulsel bisa lebih baik lagi.

Acara ini juga di siarkan secara live melalui kanal zoom, dalam sambungan langsungnya Staf khusus menteri Imam Mujahidin meminta agar Integrated Farming ini bukan hanya sekedar wacana lebih lanjut agenda aksinya harus segera disusun, untuk hal tersebut kementan telah dengan sungguh-sungguh memperbaiki semua fasilitas, termasuk pemberian KUR agar petani tidak terganggu dengan masalah pendanaan, saat ini pemerintah memberikan keringanan bunga KUR hanya sebesar 3% yang pada sebelumnya mencapai 6%.

Sebagai penutup Direktur Serealia Ismail Wahab, mengajak semua direktorat bersinergi dan mensupport kegiatan IF ini agar bisa berjalan tanpa kendala, Ia menyampaikan bahwa untuk sekarang bantuan hanya berupa benih jagung saja, tahun 2022 akan diusahakan bisa dimasukan bantuan lain, Ismail juga menyebutkan dari 70 triliun dana KUR yang tersedia, 69 % diantaranya sudah terserap, ini bukti bahwa petani sudah bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here