Brebes, 10 Desember 2021, selain sebagai sentra bawang merah Brebes juga mempunyai areal tanaman padi yang luas, namun baru-baru ini di daerah yang juga terkenal dengan telor asin bakarnya itu banyak dijumpai serangan hama tikus, beberapa petani mengeluh dengan hama yang satu ini, untuk itu dinas pertanian Brebes bekerjasama dengan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan bimbingan teknis terkait pengendalian hama tikus.

Lokasi kegiatan bertempat di desa Pende kecamatan Kersana dan di ikuti oleh 4 kelompok tani dengan jumlah anggota 21 orang, turut hadir Wanuri anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kabupaten Brebes, Kepala Desa, Tim BBPOPT, POPT dan PPL

Bertindak sebagai narasumber adalah Yadi Kusmayadi  POPT senior dan pakar tikus dari BBPOPT, yang telah berkecimpung dalam pengendalian tikus selama puluhan tahun, dalam uraiannya Yadi terlebih dahulu menjelaskan karakteristik dan prilaku hidup tikus, hal ini sangat penting dibahas karena menurutnya banyaknya kegagalan dalam penanganan hama tikus di pertanaman adalah salahnya pemahaman tentang tikus.

Ia mencontohkan ada seorang petani yang lahannya terserang tikus, karena tidak ingin gagal panen maka ia datang ke toko pestisida untuk membeli umpan beracun kemudian ia taburkan racun tikus di sawah begitu saja dan hasilnya jauh panggang dari api, serangan tikus tetap berlanjut sementara umpannya tidak dimakan sama sekali, mengapa bisa seperti itu ? hal itu disebabkan petani melakukan pengendalian pada saat usia tanaman memasuki masa generatif sehingga tikus lebih memilih untuk memakan padi yang sudah berisi daripada umpan yang tergeletak begitu saja, nah hal-hal seperti inilah yang harus kita hindarkan, jelas Yadi

Setelah materi tentang pengenalan dan ekobiologi tikus selesai, selanjutnya Yadi melanjutkan dengan teknik pengendalian tikus, Ia menerangkan ada banyak sekali teknik pengendalian tikus yang ada di lapangan, lebih banyak daripada teknik pengendalian hama yang lain, namun pada kesempatan ini Ia hanya akan membahas tentang kemudian Pengemposan dan Pengumpanan.

Teknik Pengemposan, Pengumpanan serta pemasangan sistem pemagaran plastik yang dikombinasikan dengan bubu perangkap atau istilah kerennya Trap Barrier Sistem (TBS)

Pengemposan adalah meniupkan gas beracun (biasanya belerang) ke dalam lubang persembunyian tikus bertujuan agar untuk mematikan tikus yang berada di dalam sarang persembunyian, Yadi menyarankan supaya pengemposan dilakukan terus menerus di lokasi yang merupakan sumber tikus sedangkan pemberian umpan beracun bertujuan untuk mematikan tikus yang ada di permukaan, untuk pengumpanan ini agar dilakukan pengamatan dan penambahan umpan yang dimakan setiap hari sampai tidak ada umpan yang dimakan.

Supaya petani lebih paham maka Yadi mengajak para petani untuk mempraktekkan cara pemasangan pagar plastik yang baik dan benar dikombinasikan dengan bubu perangkap, dirinya menjelaskan selain berguna untuk melindungi pertanaman dari serangan tikus, pagar plastik yang dikombinasikan dengan bubu perangkap juga berguna untuk menangkap tikus, sehingga Ia sangat menganjurkan agar setiap pemasangan pagar plastik disertai juga dengan penyimpanan bubu perangkap, hal ini penting untuk dilakukan, karena apabila hanya pemasangan pagar plastik saja itu hanya mencegah agar tikus tidak masuk, sementara tikusnya masih tetap berkeliaran dan berpotensi merusak tanaman yang tidak di pagari, dan tikus tetap bisa berkembangbiak, apabila terus dibiarkan maka ini akan menjadi bom waktu, untuk itu Yadi menekankan perlunya memasang bubu perangkap, selain itu faktor terpenting dalam pengendalian tikus adalah harus dilakukan secara serentak, bersama-sama, tuntas dan dalam hamparan yang luas, bila pengendalian dilakukan secara sporadik upaya pengendalian tidak akan efektif karena tikus akan berpotensi pindah ke tempat lain yang lebih aman,  tutup Yadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here