Karawang, 21 Februari 2022, Ada 4 visi misi kementerian pertanian yang telah ditetapkan sebagai sukses pembangunan pertanian, yaitu swasembada dan swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, meningkatkan mutu, daya saing dan ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Untuk diketahui Direktorat tanaman pangan juga telah menetapkan 4 strategi peningkatan produksi pertama peningkatan produktivitas dengan penerapan teknologi budidaya (penggunaan benih bermutu dari varietas unggul yang mempunyai potensi produksi tinggi, pemupukan berimbang), kedua peningkatkan areal tanam dengan cara cetak lahan baru dan optimalisasi lahan/peningkatan indeks pertanaman, ketiga pengamanan produksi dari serangan OPT dan DPI, dan terakhir peningkatan kelembagaan dan pembiayaan.

Sejalan dengan hal tersebut, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menyelenggarakan Workshop Pengamatan Peramalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (P3OPT)

Membuka acara, kepala BBPOPT Enie Tauruslina menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini diharapkan menjadi sarana penguatan dan pemantapan penguasaan teknologi P3OPT bagi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), selain itu juga mempererat tali persaudaraan antar petugas yang tersebar di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai pulau Rote.

Sebagai insan perlindungan tanaman, POPT adalah garda terdepan dalam mengamankan tanaman dari serangan hama dan penyakit, untuk itu diperlukan kerja keras, kemauan dan semangat yang tinggi agar peningkatan produksi yang telah ditargetkan oleh kementerian pertanian bisa tercapai, ucap Enie

Ia berpesan agar workshop yang dilaksanakan selama 14 hari ini bisa diikuti dengan seksama dan dimanfaatkan semaksimal mungkin, bila ada permasalahan di lapangan yang belum terpecahkan maka forum ini adalah tempat yang tepat untuk mendiskusikannya, dengan demikian acara yang singkat ini akan membawa segudang manfaat, silahkan keluarkan semua unek-unek dan kendala yang dihadapi di lapangan, jangan malu untuk bertanya, sebab malu bertanya berakibat sesat di lapangan, jangan sampai nanti pulang masih meninggalkan tanda tanya, tp pulanglah dengan membawa ilmu dan pengalaman. Tutup Enie

Direktur Perlundungan Tanaman, Takdir Mulyadi yang hadir langsung dalam acara, merespon dengan baik apa yang di sampaikan Enie, Takdir turut mendukung upaya BBPOPT dalam meningkatkan keahlian petugas melalui acara workshop P3OPT, Ia berharap workshop ini dijadikan ajang evaluasi dan peningkatan kompetensi petugas

Dalam kesempatan tersebut Ia juga menyampaikan 4 kebijakan perlindungan tanaman yang harus menjadi pedoman bagi petugas, pertama bahwa pengendalian OPT mengacu pada penerapan sistem PHT, selanjutnya teknologi ramah lingkungan sebagai prioritas melalui pendekatan pengelolaan agroekosistem dan spesifik lokasi, kemudian hal ketiga yang disampaikan Takdir adalah bahwa pestisida kimia merupakan alternatif terakhir bila cara yang lain tak membuahkan hasil, dan digunakan secara bijaksana berdasarkan hasil pengamatan OPT, penutup bahwa sasaran pengamanan produksi adalah tercapainya produksi yang tinggi, OPT dan DPI terkendali, lingkungan lestari serta meningkatnya pendapatan petani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here