Surabaya, 12 April 2022, Kementerian Pertanian terus melakukan strategi untuk mendongkrak produksi tanaman pangan. Saat ini faktor pembatas dalam pencapaian target produksi yakni serangan OPT, alih fungsi lahan, climate-change dan lainnya. Karena itu kementerian pertanian senantiasa berupaya meningkatkan produksi pangan terutama padi sebagai bahan makanan pokok rakyat Indonesia untuk menjamin ketersediaan beras nasional.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan saat ini mendorong program prioritas pengembangan budidaya pangan IP400 melalui program OPIP (Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanian). Dengan program ini diharapkan petani dapat menanam dan panen sampai empat kali dalam setahun pada hamparan yang sama.

Untuk mendukung kegiatan tersebut kementerian pertanian melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan Rapat Koordinasi Evaluasi Capaian Program dan Kegiatan Tanaman Pangan Tahun 2022 se Provinsi Jawa Timur, bertempat di hotel Vasa Surabaya dari tanggal 12-13 April 2022 dengan penerapan protocol kesehatan Covid-19.

Acara dibuka oleh kepala BBPOPT Enie Tauruslina, dalam sambutannya Enie menyampaikan kabar gembira bahwa berdasarkan data yang dilansir BPS Capaian produksi beras 2021 sebesar 31,69 juta ton naik 0,35 juta ton (1,12%) dibandingkan 2020. Diperkirakan total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton, tentu ini adalah informasi yang menyejukan bagi kita semua, ditengah gejolak ekonomi yang sedang tak menentu, ungkap Enie

Target kita tahun ini adalah produktivitas padi diatas 6 ton/ha, bila produksi bisa menyentuh angka tersebut maka saya optimis swasembada pangan bisa terwujud, imbuhnya, Ia juga menyarankan kepada peserta yang hadir agar percepatan tanam dilakukan dengan pola IP400, hal ini ditujukan untuk mengantisipasi terjadinya anomali perubahan iklim yang tidak bisa diprediksi, agar persediaan pangan tetap tersedia.

Diakhir sambutan Enie mengajak audien untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap semangat memberi yang terbaik bagi bangsa, melakukan kewajiban pemenuhan pangan bagi rakyat Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrid ini dihadiri pula oleh Direktur Jenderal tanaman pangan Suwandi via kanal zoom, dalam sambutan virtualnya Suwandi mengapresiasi kegiatan rakor ini yang diselenggarakan bertepatan dengan bulan Ramadhan, yang walaupun dilaksanakan sambil puasa akan tetapi tidak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti RAKOR.

Suwandi juga berpesan agar Dinas Pertanian Jawa Timur beserta turunannya berkonsolidasi untuk mengejar target penanaman IP400, melakukan terobosan-terobosan baru, dan memberikan beban target yang jelas kepada para petugas di lapangan, misalkan 1 penyuluh satu demplot sehingga hasil yang didapatpun akan lebih pasti, ingat bahwa IP400 ini bukan proyek tetapi gerakan yang harus bisa di realisasikan dengan kesuksesan, terang Suwandi

Suwandi melanjutkan bahwa pada tahun depan 10 persen dari luas tanam yang ada adalah menerapkan pola IP400, apabila dalam pelaksanaanya terdapat banyak serangan hama dan penyakit, maka polanya bisa di rubah menjadi padi-padi-palawija-padi, sedangkan untuk membantu petani dalam menyalurkan hasil panennnya maka lakukan gerakan serap gabah, sehingga petani tidak akan dihantui oleh perasaan khawatir harga jatuh, demikian tutup Suwandi

Sebagai tuan rumah sub koordinator bidang Serealia Pipit Wahyuningsih, mewakili  Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa pada tahun 2021 komoditas padi dan jagung sedikit mengalami kontraksi atau penurunan, namun begitu Jawa Timur masih menjadi produsen terbesar di Indonesia.

Dampak Perubahan Iklim, signifikan memberikan pengaruh, dimana sebaran hujan tahun 2021 memiliki sifat atas normal atau ada sepanjang tahun. Curah hujan tinggi terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Nopember, dan Desember. Sifat hujan diatas normal terjadi pada bulan Januari, Maret, Juni, September, Nopember dan Desember yang menyebabkan beberapa daerah terkena puso akibat banjir maupun kekeringan, ujar Pipit Selanjutnya Ia menyampaikan bahwa pada Tahun 2022 Jawa Timur mendapat alokasi Program Kegiatan Tanaman Pangan dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) melalui : (a) Dana Tugas Pembantuan sebesar Rp. 38.401.814.000,- dan realisasi keuangan s/d 11 April  sebesar Rp. 4.025.271.700 (10 %) dan Outstanding Kontrak sebesar 17.901.064.875 (47%), dan (b) Dana Dekonsentrasi sebesar Rp. 9.199.332.000,- dan realisasi keuangan s/d 11 April  sebesar Rp. 1.649.985.000,-  (17,94 %), Ia optimis dengan adanya bantuan tersebut bisa mendongkrak produksi naik kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here