Purwakarta, 10 September 2022~ Kompetensi SDM di bidang perlindungan perlu diperhatikan dan terus dievaluasi, mengingat ancaman serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) di lapangan dari waktu ke waktu semakin beragam dan kompleks.  Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) adalah petugas yang bertanggung jawab terhadap baik dan buruknya kondisi pertanaman.

Berangkat dari hal tersebut maka untuk meningkatkan kemampuan para petugas, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan Bimbingan teknis Manajemen Tanaman Pangan  dengan tema Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

Acara yang dilakukan selama sehari itu turut dihadiri oleh  Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian dan diikuti oleh 150 petugas PPL, Kegiatan Bimtek dilaksanakan di Tajug Gede, Desa Cilodong, Kabupaten Purwakarta.

Kepala BBPOPT Enie Tauruslina, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kang Dedi dan jajarannya, serta Dinas Pertanian Purwakarta yang telah berkolaborasi dengan kementerian pertanian mengadakan bimbingan teknis yang bertema Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

Menurutnya kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dari para petugas, dibuktikan dengan banyaknya peserta yang hadir, saya percaya semua petugas yang hadir betul-betul akan bisa menerapkan ilmu yang di dapat di wilayahnya masing-masing, dan bisa menjadi contoh bagi petugas lain, ucapnya.

Petugas pertanian harus berupaya terus mendongkrak produksi tanaman pangan untuk mencapai target, Program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) dan percepatan olah tanah harus di galakkan, optimalkan sumberdaya yang ada agar ketersediaan pangan dapat tercapai. Semoga upaya kita bersama ini bisa membuahkan hasil yang positif dan berjalan sesuai harapan, tutupnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan menyambut baik acara Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh kementerian pertanian ini, Ia menekankan bahwa 4 sukses pembangunan pertanian yang telah di tetapkan oleh kementerian pertanian, yaitu swasembada dan swasembada berkelanjutan, diversifikasi pangan, meningkatkan mutu, daya saing dan ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Harus didukung oleh semua elemen pertanian dalam hal ini dititik beratkan kepada petugas yang paling memahami kondisi di lapangan.

Untuk mendukung 4 sukses pembangunan tersebut, terdapat 4 (empat) strategi peningkatan produksi tanaman pangan, pertama peningkatan produktivitas dengan penerapan teknologi budidaya, kedua peningkatan areal tanam dengan cara cetak lahan baru dan optimalisasi lahan/ peningkatan indek pertanaman IP 400, ketiga pengamanan produksi dari serangan OPT dan DPI dan terkahir peningkatan kelembagaan dan pembiayaan.

Dedi Mulyadi atau akrab di sapa kang Dedi yang merupakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI turut ambil bagian dalam memotivasi para peserta, Penyuluh Pertanian termasuk kedalam 7 keajaiban dunia karena mampu bertahan dengan honor yang minim, selorohnya

Ia berharap agar penyuluh pertanian diangkat menjadi ASN berdasarkan kebutuhan dengan kata lain bisa diambil dari tenaga yang sudah tersedia, Dedi menambahkan bahwa petugas tidak semestinya mengisi daftar hadir setiap hari, yang terpenting ada hasil kerja yang bisa dirasakan oleh semua pihak dan target produksi bisa berjalan secara maksimal, sebagai penutup Ia berpesan agar para petugas tetap semangat, pantang menyerah dan produktif dalam bekerja.

Bertindak sebagai narasumber adalah para POPT Ahli dari BBPOPT  dari pemaparan yang disampaikan bisa diambil kesimpulan bahwa pertanian ramah lingkungan adalah Teknik budidaya pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas mutu produksi dan melestarikan sumberdaya alam, yang tujuannya yaitu peningkatan produksi tanaman, Keamanan dan keselamatan petani, Kelestarian lingkungan, serta keamanan konsumen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here