Kuningan, 10 Oktober 2022, Kementerian pertanian terus memacu peningkatan produksi, bersinergi dengan petani, petugas dan semua stake holder yang terkait, sehingga dari hasil kerja kerasnya itu kementerian pertanian baca: Pemerintah Indonesia mendapatkan penghargaan bergengsi dari International Rice Research Institute (IRRI), penghargaan terkait Swasembada beras.

Untuk mempertahankan Swasembada dan meningkatkan produksi, maka kementerian pertanian melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), mengadakan Bimbingan Teknis dengan tema Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kuningan

kegiatan Bimtek ini turut di dukung oleh Komisi IV DPR RI yang di waikili oleh Ono Surono, Bupati Kuningan Acep Purnama dan Kepala Dinas Pertanian Kuningan, tak kurang dari 75 peserta dari seluruh desa di Kuningan ikut serta, mereka terdiri dari Ketua Poktan, Gapoktan dan Petani.

Acara dibuka oleh Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) yang dalam hal ini diwakili oleh Sub koordinator bidang Program BBPOPT Memed Jamhari, dalam pembacaan sambutannya Kepala BBPOPT menerangkan bahwa Kementerian Pertanian terus melakukan strategi untuk mendongkrak produksi tanaman pangan seiring dengan banyaknya faktor pembatas dalam pencapaian target produksi seperti alih fungsi lahan, perubahan dan faktor lainnya. Karena itu kementan berupaya meningkatkan produksi pangan terutama padi sebagai bahan makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia untuk menjamin ketersediaan beras nasional.

Sebagaimana data yang dilansir BPS Capaian produksi beras 2021 sebesar 31,69 juta ton naik 0,35 juta ton (1,12%) dibandingkan 2020. Diperkirakan total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton, tentu hal ini tidak lepas dari usaha positif dan kerja keras Kementan beserta seluruh jajaran terkait

Dalam kesempatan tersebut kepala BBPOPT mengucapkan terimakasih kepada komisi IV DPR RI, Bupati Kuningan, serta Dinas Pertanian Kuningan yang telah membantu sehingga acara bimbingan teknis yang bertema Penerapan Pertanian Ramah Lingkungan Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan bisa dilaksanakan.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan arahan dari Ono Surono melalui kanal zoom Ia menyampaikan permohonan maafnya karena tidak bisa hadir di tengah-tengah peserta secara langsung, sebab pada waktu yang bersamaan dirinya di undang rapat di Jakarta, namun demikian Ono yakin acara bimtek akan berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan, ada atau tidak ada dirinya acara harus tetap berjalan. Dan terbukti acara sukses di gelar

lebih lanjut Ono mengatakan bahwa tantangan pembangunan dan pertanian di Indonesia bahkan dunia mengalami ancaman, selain diakibatkan oleh Pandemi Virus Corona (Covids19) hal ini diakibatkan juga oleh perang Rusia – Ukraina, dimana inflasi di berbagai negara sudah mulai terjadi, bahkan ada beberapa negara yang sudah mencapai titik kritis.

Untuk itu Ia berharap ada terobosan-terobosan atau inovasi baru agar pertanian di Indonesia lebih maju, produksi meningkat, kesejahteraan petani terangkat. Kuningan ini alamnya sangat indah, sejuk dan tanahnya subur sangat menunjang dalam budidaya tanaman, jangan dijual untuk keperluan yang sifatnya sementara, ciptakan pertanian ramah lingkungan dan kawasan organik dengan mengedepankan pertanian berbasis lingkungan yang tidak merusak alam, tentunya didukung dengan sarana prasana serta Infrastruktur yang memadai ungkap Ono

Ono juga menyoroti tentang sumber pangan lokal selain padi, yang layak untuk dikembangkan di kuningan seperti ganyong, gembili, hanjeli, dan kentang karena sumber makanan tersebut kaya akan karbohidrat, sehingga cocok untuk dijadikan alternatif pangan pengganti.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kuningan menyampaikan bahwa apabila kita memuliakan alam maka alam pun akan memuliakan kita, memuliakan alam ini banyak bentuknya seperti memperbaiki struktur tanah dengan menambahkan bahan organik bisa berupa kotoran hewan, kompos, pupuk hijau, atau sisa-sisa limbah rumah tangga yang bisa di urai oleh bakteri tanah, terus jangan membunuh semua hewan atau serangga yang ada di pertanaman karena beberapa hewan tersebut ada yang bertindak sebagai predator dan musuh alami bagi hama, nantinya keberadaan hama bisa terkontrol dan tidak merugikan secara ekonomi, sehingga keseimbangan dan kelestarian alam bisa terjaga, Urainya

Senada dengan Ono dan Kadis, Bupati Kuningan Acep Purnama menambahkan bahwa kemandirian pangan akan tercapai bila Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manuasi (SDM) bisa selaras, kita jangan bergantung kepada pasokan bahan makanan dari luar atau Impor, sementara di kita juga bisa ditanam dan melimpah, sejak dahulu bumi nusantara ini dikenal akan kesuburannya sehingga tongkat kayu dan batupun bisa jadi tanaman, tanamkan pada generasi muda sikap cinta pertanian, karena merekalah yang akan melanjutkan estafet pembangunan di negeri yang kita cintai ini, tutup Acep

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here