Induksi ketahanan bertujuan untuk mengaktifkan gen ketahanan tanaman secara sistemik terhadap virus kuning pada cabai. Langkah ini dilakukan dengan cara menginokulasikan ekstrak nabati bunga pukul empat atau bayam duri.

Ekstrak daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) dan bayam duri merupakan salah agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah terhadap serangan virus kuning Gemini

Tanaman yang terserang virus kuning

Konsentrasi ekstrak daun kembang pukul empat yang digunakan adalah konsentrasi 25% yang didapatkan dari hasil perbandingan antara bagian daun dan buffer phosfat 25 (g) : 75 (ml). Ekstrak daun disaring menggunakan kain kasa atau muslin. Ekstrak daun ditambah dengan carborundum 600 mesh. Untuk 100 ml ekstrak dibutuhkan ± 8 gram carborundum.

– = Reaksi negatif (visual berwarna bening) ; + = reaksi positif (visual berwarna kuning); + + = reaksi positif (visual berwarna kuning tua)
(Gunaeni, N, et.al., 2015)
(Gunaeni, N, et.al., 2008)
  1. Cara pembuatan larutan penyangga

Larutan stok buffer phosfat pH 7.0 :

  • 1.362 g KH2PO4 dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi
  • 1.781 g Na2HPO4. 2H2O dilarutkan dalam 1000 ml aquadestilasi
  • Untuk membuat 100 ml buffer phosfat 0.01 M pH 7.0  yaitu dengan cara mencampurkan Na2HPO4. 2H2O sebanyak 51.0 ml dengan KH2PO4 sebanyak 49.0 ml.

2. Cara pembuatan ekstrak
Bahan dan alat :

  • Daun kembang pukul empat
  • Mortar dan pestel
  • Carborundum 600 mesh
  • Alkohol 70 %
  • Kapas
  • Aquadestilasi
  • Botol semprot

Prosedur pembuatan
a. Inokulasi secara mekanis dengan metode rubbing (penggosokan)

  • Cuci tangan menggunakan sabun
  • Daun sebanyak 25 g dicuci bersih dan dihaluskan dengan menggunakan mortar kemudian ditambah buffer phosfat sebanyak 75 ml. Konsentrasi ekstrak daun bunga pukul empat yang digunakan adalah konsentrasi 25 % yang didapatkan dari hasil perbandingan antara bagian daun dan buffer phosfat 25 (g) : 75 (ml).
  • Ekstrak daun disaring menggunakan kain kasa atau muslin.
  • Ekstrak daun ditambah dengan carborundum 600 mesh. Untuk 100 ml ekstrak dibutuhkan ± 8 gram carborundum. Carborundum digunakan untuk melukai permukaan daun agar ekstrak terserap ke dalam sel-sel tanaman tanpa menyebabkan kematian jaringan tanaman.
  • Aplikasi ekstrak dilakukan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3 -4 daun sejati dengan cara dioleskan pada permukaan daun bagian tengah menggunakan kapas. Tiga puluh menit setelah aplikasi, daun dibilas menggunakan air bersih agar kelebihan carborundum yang ada di permukaan daun terbilas dan tidak mengganggu pertumbuhan.

b. Inokulasi menggunakan kompresor

Kompresor digunakan apabila semaian berjumlah banyak dan tidak memungkinkan dengan menggunakan metode rubbing. Caranya seperti metoda rubbing, namun untuk satu liter ekstrak berkonsentrasi 25 %, dan digunakan carborundum sebanyak kurang lebih 50 gram. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam tabung semprot kompresor dan diaplikasikan pada semaian cabai yang telah mempunyai 3-4 daun sejati pada tekanan 21 psi. Setelah 30 menit daun dibilas menggunakan air bersih.

Kontributor: Anton Yustiano, S.P., M.P.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here