Karawang, 15 Desember 2022 – Upaya kementerian pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan produksi tak pernah berhenti, inovasi dan penerapan teknologi dibidang pertanian terus dilakukan, salah satu inovasi yang kini sedang digandrungi adalah Biosaka.

Merespon animo publik terhadap tren Biosaka maka kementerian pertanian melalui Direktorat Tanaman Pangan bekerjasama dengan komisi IV DPR mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Biosaka di Karawang tepatnya di Agrowisata Ekoriparian Telukjambe.

Kegiatan Bimtek ini turut di dukung oleh Direktorat Serealia, Direktorat Perbenihan, Dinas Pertanian kabupaten Karawang, dan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), lebih dari 50 peserta hadir pada acara yang digelar selama sehari ini, mereka terdiri dari Petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Taruna Tani, Kader Lingkungan serta tidak ketinggalan perwakilan dari Fatayat NU.

Hendro ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Lingkungan yang bertindak sebagai tuan rumah, menyatakan kebahagiaannya atas kepercayaan kementerian pertanian untuk mengadakan bimbingan teknis di tempatnya, “saya ucapkan selamat datang dan terimakasih kepada kementerian pertanian serta komisi IV DPR RI yang telah menunjuk tempat kami sebagai lokasi bimtek Biosaka, hal ini adalah kepercayaan yang tidak boleh kami sia-siakan, kami sangat mendukung dan siap mensukseskan acara”, ujar Hendro.

Hendro menambahkan bahwa kegiatan bimtek Biosaka sangat sejalan dengan visi dari KSM Sahabat Lingkungan, “hadirin sekalian perlu diketahui bahwa tanaman yang ada di sekitar lingkungan ekoriparian semuanya tumbuh dan berkembang dengan nutrisi yang disuplai dari olahan sampah yang rendah emisi, sehingga lebih aman dan layak untuk konsumsi, visi kami sejalan dengan Biosaka bila motto Biosaka adalah selamatkan alam kembali ke alam maka filosofi kami adalah jagalah alam maka alam akan menjaga kita” urai Hendro dengan antusias.

Apa yang disampaikan oleh Hendro, kemudian di sambut baik oleh Direktur Perbenihan Amirudin Pohan, Ia mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh KSM Sahabat Lingkungan, menurut Amirudin gerakan-gerakan seperti itulah yang patut kita kembangkan di masyarakat sekarang, guna mengatasi ketergantungan pupuk kimia yang kini langka dan mahal.

“Marilah kita bersahabat dengan alam, budidaya yang ramah lingkungan tanpa pupuk kimia dan penggunaan Biosaka menjadi alternatif yang dapat ditawarkan, dari apa yang saya ketahui berdasarkan pengalaman dan informasi dari petani yang telah menggunakan Biosaka, pengaplikasian Biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk dan meningkatkan jumlah produksi, dengan demikian bisa menghemat biaya, selain itu tanaman yang mendapat perlakuan Biosaka hasil panennya lebih berkualitas dan tahan simpan”, ujar Amirudin.

Sementara itu Evi Fatimah mewakili Komisi IV DPR Anggia Erma Rini yang tidak bisa hadir, menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Anggia, ” seyogyanya beliau akan hadir bahkan sampai tadi saja kita masih berkomunikasi namun karena ada kepentingan mendadak beliau terpaksa mengurungkan niat untuk berada ditengah-tengah kita, namun beliau berpesan ada maupun tidak ada saya acara harus tetap berlanjut, acara harus sukses” beber Evi ketika menyampaikan pesan Anggia

Evi kemudian melanjutkan, “saat ini saya begitu bahagia bisa berada diantara talenta-talenta hebat, terlebih saat ini ditengah-tengah kita telah hadir pakar Biosaka yang sudah jauh-jauh datang dari Blitar yaitu pak Anshar, maka manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya, jangan hanya sebatas seremonial belaka, yang paling penting adalah aksi nyata, dengarkan dan praktekkan, silahkan gunakan waktu diskusi, tanya sampai benar-benar mengerti, hingga pulang tidak menyisakan tanda tanya”, himbau Evi.

Di tempat yang sama Kepala BBPOPT Enie Tauruslina mengatakan “sudah saatnya kita bangkit dan mandiri dalam bertani, penggunaan pupuk organik dan hasil olahan sampah yang di praktekkan oleh KSM Sahabat Lingkungan bisa kita contoh dan diterapkan dilingkungan masing-masing, selama ini banyak para petani sangat tergantung pada pupuk kimia yang notabene sekarang mahal dan langka, namun lihatlah sayuran yang ada di sini, buktinya bagus-bagus, daunnya mulus, besar-besar pula, ini membuktikan bahwa kita masih bisa bertani walau tanpa bantuan pupuk kimia”, tegas Enie.

Terkait Biosaka Enie menuturkan bahwa “Biosaka ini adalah teknologi yang ramah lingkungan dan terbarukan, mudah pembuatannya, murah harganya kenapa mudah dan murah? karena untuk membuatnya tidak diperlukan alat khusus, bahan-bahannya terdapat di sekitar kita dan hanya bermodal keinginan serta keuletan saja, niscaya kita sudah mendapatkan larutan Biosaka yang siap digunakan dan sisanya bisa disimpan, simpel bukan” tutup Enie.

Penggagas Biosaka Muhamad Anshar yang bertindak langsung sebagai narasumber, menerangkan bahwa Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan Elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi tanaman sehingga sel pada akar lebih energik dan produktif.

Menurut Anshar secara sederhana Biosaka adalah sebuah larutan yang dibuat dari berbagai campuran bagian tanaman yang sehat terutama daun, yang berada dekat di sekitar lingkungan di mana tanaman utama berada, dengan minimal 5 jenis tanaman dan dilarutkan dalam 5 liter air, kemudian diremas sampai homogen, lalu disemprotkan di atas kanopi pertanaman.

Selain diaplikasikan pada tanaman padi, Biosaka juga bisa diterapkan pada berbagai komoditas lainnya seperti tanaman sayuran dan perkebunan, penggunaan Biosaka bisa menghemat biaya produksi, karena penggunaan pupuk kimia yang dikurangi tanpa menurunkan provitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here