Karawang, 19 Desember 2022, hari ini Senin Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan mendapat kunjungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) adapun kunjungan tersebut dalam rangka kuliah lapangan (Migratoria) sekaligus menjalin kerjasama antara IPB dan BBPOPT.

Acara disiarkan langsung oleh Propaktani baik melalui kanal zoom maupun live youtube, membuka acara direktur jenderal tanaman pangan Suwandi, menyampaikan amanat menteri pertanian tentang sistem budidaya yaitu pertama peningkatan produksi kedua efisiensi hemat biaya dan yang ketiga ramah lingkungan dengan berlandaskan sistem pertanian yang berkelanjutan

“Alhamdulillah data tahun ini lebih bagus dari tahun kemarin, dampak dari perubahan iklim yaitu banjir kekeringan serangan opt bisa ditekan jauh lebih rendah dibanding tahun lalu, sekarang posisinya 0,36% dari luas pertanaman yang ada jauh di bawah ambang batas toleran yaitu 4%”, demikian ungkap Suwandi

Ia melanjutkan “dalam berusaha tani ini kita harus hemat biaya usahakan gunakan bahan-bahan input buatan sendiri supaya bisa menghemat, kalau bisa dibuat sendiri kenapa harus membeli, contohnya gunakan pupuk organik, kompos, pupuk hayati, pestisida nabati, agensi hayati dan praktek-praktek lainnya yang ramah lingkungan, jadikan pupuk organik sebagai pupuk utama dan pupuk kimia sebagai pendukung, pupuk kimia ini boleh saja digunakan tapi harus terukur, jangan boros jangan banyak-banyak sedikit lebih bagus” beber Suwandi

Kemudian dirinya mengulas teknologi terbarukan yang sekarang lagi diperbincangkan diberbagai linimasa yaitu Biosaka, “dibeberapa daerah Biosaka ini mampu meningkatkan produksi serta menghemat biaya, penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi 50% hingga 70% bahkan ada yang 90%, kelebihan Biosaka ini bisa diterapkan di semua tanaman, bisa ke padi, jagung melon dan lain-lain”, tambahnya

Sepintas Ia menerangkan bahwa Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida melainkan Elisitor yaitu senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi tanaman sehingga sel pada akar lebih energik dan produktif.

Suwandi juga menantang mahasiswa untuk bisa meneliti lebih jauh tentang Biosaka, “silahkan adik-adik mahasiswa untuk meneliti lebih lanjut tentang Biosaka, atau jadikan Biosaka ini sebagai bahan untuk skripsi, tolong selalu berkreasi dan inovatif, hari esok harus lebih baik dibanding hari ini, kita harus bersaing mengalahkan negara lain jangan biasa-biasa saja”, tutup Suwandi

Menyambung ucapan Suwandi, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Enie Tauruslina mengatakan bahwa BBPOPT selalu siap untuk mendukung seluruh program dan visi misi yang telah dicanangkan oleh kementerian pertanian khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sebagai salah satu bentuk dukungan pihaknya selalu berupaya menyajikan pelayanan publik yang terbaik, termasuk standarisasi dan akreditasi Laboratorium, BBPOPT sendiri mempunyai 7 laboratorium, yang sudah terakreditasi ada 3 sisanya yang 4 sedang dalam proses menuju akreditasi.

Enie melanjutkan selain fasilitas Lab, BBPOPT juga mempunyai fasilitas lain yaitu gedung kontrol, yang merupakan bagian dari proyek besar Pertanian Modern, “di dalam gedung kontrol ini terdapat ruang panel otomatisasi irigasi untuk menjalankan buka tutup pintu air secara otomatis sesuai dengan keperluan lahan dan tanaman, kemudian ada juga Drone semprot untuk pemeliharaan tanaman, yang bisa digunakan untuk pengendalian dan pemupukan, kemudian rencananya nanti kita akan membuat sistem pertanian hulu sampai hilir, semua ini kita bangun sebagai model pertanian berkelanjutan di Indonesia, didukung dengan pertanian modern namun ramah lingkungan” terang Enie

Terkait kerjasama dengan IPB, Enie berharap kerjasama ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh kedua belah pihak, ” kerjasama ini sendiri dilatar belakangi oleh visi misi dan semangat kami untuk memajukan pertanian di Indonesia, semoga dengan kerjasama ini akan tercipta sinergi yang baik antara instansi pemerintah dan institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan pertanian modern yang sedang kami kelola” , pungkas Enie

Dari pihak IPB, Sekretaris Departemen Proteksi Tanaman, Dewi Sartiami menyambut baik apa yang sudah disampaikan oleh Enie, Dewi mengungkapkan rasa senangnya bisa hadir kembali di BBPOPT apalagi sekarang acaranya diadakan di gedung pertanian modern yang berada ditengah-tengah sawah, dengan udara segar yang melimpah menambah semangat kunjungan dan kerjasamanya.

Dewi yang pada kali ini membawa 190 pasukan mahasiswa menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke BBPOPT, “Alhamdulillah saat ini kami hadir bersama dengan mahasiswa semester 5 dan 3 berkunjung untuk suatu mata kuliah yang besarnya 2 SKS dengan nama mata kuliahnya adalah kuliah lapangan, selain itu kami juga ingin menjalin kerjasama yang lebih formal, walaupun memang sebelum ini hubungan antara BBPOPT dengan IPB sudah terjalin lama, namun dengan kerjasama yang bersifat resmi ini diharapkan akan lebih kuat dan terjalin lebih mesra

“Kami mengucapkan terimakasih kepada BBPOPT yang selama ini selalu menerima kami dengan tangan terbuka, setiap pengajuan surat terkait mahasiswa yang ingin melakukan praktek kerja ataupun penelitian di sini tidak pernah ditolak dan mudah-mudahan selama mengikuti perkuliahan lapangan di BBPOPT, mahasiwa kami bisa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman, bertambah wawasan dan pengetahuan tentang OPT di lapangan”, demikian tutup Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here