Karawang 18 Januari 2023, diantara sekian banyak Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang menyerang tanaman padi salah satunya adalah Wereng Batang Coklat (WBC), kementerian pertanian memasukan WBC kedalam 5 OPT utama yang menyerang tanaman padi, bukan tanpa alasan sebab WBC selain merusak tanaman secara langsung dengan cara menghisap cairan tanaman, juga berperan sebagai penyebar (vektor) virus kerdil rumput dan kerdil hampa.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Enie Tauruslina menguraikan bahwa ciri dari tanaman padi yang terserang kerdil rumput adalah tanaman menjadi kerdil, beranak banyak, daun, ruas menjadi pendek, dan tidak bermalai. Sedangkan gejala serangan kerdil hampa adalah tanaman yang terserang menjadi kerdil, daunnya terpuntir dan pendek, kaku sobek–sobek, terdapat puru, dan anakan bercabang. Enie menambahkan sampai saat ini belum ditemukan obat atau teknik pengendalian yang paling tepat, solusi yang ada hanyalah berupa pencegahan dengan cara mengendalikan penyebarnya yaitu WBC dan melakukan eradikasi selektif yaitu mencabut tanaman yang terserang kerdil rumput dan hampa agar tidak menjadi inang serta sumber serangan

Di tempat yang sama, penanggung Jawab Laboratorium Molekuler dari BBPOPT Ani Widarti yang akrab di panggil Alin mengatakan bahwa kasus di lapangan gejala serangan penyakit virus kerdil rumput khususnya yang tipe 2 sepintas hampir mirip dengan gejala penyakit tungro, untuk meminimalisir kesalahan pendugaan maka seyogyanya sampel yang terserang dibawa ke laboratorium untuk diperiksa menggunakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR), dengan alat ini bisa dipastikan penyakit apa yang ada dalam sampel, menurut Alin dengan menggunakan primer spesifik maka tingkat akurasi PCR bisa mencapai 99%.

Selain mengidentifikasi penyakit kerdil rumput dan hampa, laboratorium Molekuler juga  mengidentifikasi berbagai penyakit lain, seperti penyakit tungro,  bakteri Burkholeria glumae, cendawan Sarocladium oryzae, identifikasi agensi hayati ( Paenibacillus polymyxa, Pseudomonas fluoresensBacillus subtilis dll. Alin mempersilahkan bagi petugas lapangan atau petani yang ingin menguji sampel penyakit untuk datang ke Lab Molekuler, pelayanan ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis

Dalam upaya peningkatan kualitas serta layanan saat ini Laboratorium molekuler sudah terakreditasi ISO 17025: 2017 dan telah melakukan validasi metode serta uji banding antar laboratorium. Enie mendorong Alin dan Tim Laboratorium Molekuler bekerja lebih maksimal agar keberadaan lab molekuler lebih bisa berdampak dan terasa manfaatnya untuk masyarakat luas, gunakan media sosial dan perkuat jaringan relasi untuk memperkenalkan brand lab molekuler kepada khalayak, demikian saran Enie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here