Bekasi, 6 Februari 2023. Koordinasi Capaian Program kegiatan Tanaman pangan dilaksanakan di GTV hotel Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi diselenggarakan oleh BBPOPT sebagai Tim Supervisi dan Pendampingan (TSP) Kabupaten Bekasi.

Acara ini dilaksanakan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dan di dukung dari berbagai stakeholder terkait dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi dan Perum Jasa Tirta II. Kepala BBPOPT Enie Tauruslina memberikan paparan tentang antisipasi terhadap kejadian El Nino lemah yang diprediksikan akan terjadi dan berpengaruh terhadap kesediaan air dan ledakan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) khusunya WBC dan Tikus. Puso Hama Penyakit dan banjir kering 2022 lebih rendah dibanding 2021 dan rerata 5 tahun. Langkah Tanaman Pangan Presisi 2023 dilaksanakan dengan tema tahun 2023 yaitu Peningkatan Produksi, Efisiensi biaya, ramah lingkungan, income petani. Target yang hendak dicapai adalah Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, Swasembada padi berkelanjutan, Swasembada jagung dan Produksi pangan lokal. Kepala Dinas Pertanian Nani Suwarni menekankan pentingnya kerjasama Penyuluh Pertanian dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sehingg kolaborasi dan inovasi perlu dilaksanakan untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan. Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) sudah difasilitasi utuk antisipasi terhadap resiko penggunaan mesin berupa keikutsertaan Badan Pengelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ketenagakerjaan. Prosising pasca panen untuk meningkatkan kualitas hasil panen sehingga nilai jual lebih tinggi berupa pengemasan dengan standar beras premium.

Narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi Dyah Puspita Sari menyampaikan Luas Panen dan Produksi Tanaman Pangan Subround III Tahun 2022 Kabupaten Bekasi yang menjadi urutan ke enam luas panen se Jawa Barat. Publikasi luas tanam dan panen dapat juga diakses pada Berita resmi statistik tentang Luas Panen dan Produksi Padi di Provinsi Jawa Barat 2022 (Angka Sementara). Proses penghitungan Produksi Padi dan Beras dihitung dengan metode yang mengintegrasikan dua sistem pengumpulan data Metode Kerangka Sampel Area (KSA) dan Metode Ubinan berbasis subsegmen KSA. yang menjadi koreksi adalah produksi beras kabupaten bekasi (ton – beras) tahun 2018-2022 berdasarkan Angka Sementara 2022 turun 10.991 ha atau 3,01%. Justifikasi dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi penurunan tersebut karena penurunan randemen hasil panen padi. Penurunan randemen hasil padi terkait erat dengan ketersediaan air, pemenuhaan unsur hara dan pengaruh cuaca. BPS dalam melaksanakan penghitungan luas panen Produksi Palawija menggunakan Sistem Informasi Manajemen Tanaman Pangan (SIMTP) Palawija dan menentukan Produktivitas dengan Metode Ubinan

Untuk melengkapi upaya penyelesaian masalah kebutuhan air di dalam rapat juga menghadirkan Rini Widowati dari Perum Jasa Tirta (PJT) II. Wilayah kerja PJT II adalah Wilayah Sungai Citarum, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Cisadane Das Sekampung, Seputih, DAS Cidanau, Ciujung, Cidurian dan DAS Cimanuk, Cisanggarung, Cipanas. PJT II bertanggungjawab terhadap saluran utama penyediaan air untuk irigasi seluas ± 240.000 Ha daerah utara Jatiluhur dan 60.000 Ha daerah Selatan Jatiluhur untuk 2 kali panen areal tanam per tahun. Stakeholder terkait pengelolaan air irigasi juga merupakan tugas Balai Besar Wilayah Sungai yaitu melaksanakan pengelolaan sumber daya air di wilayah sungai yang meliputi penyusunan program, pelaksanaan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dalam rangka konservasi dan pendayagunaan sumber daya air dan pengendalian daya rusak air pada sungai, pantai, bendungan, danau, situ, embung, dan tampungan air lainnya, irigasi, rawa, tambak, air tanah, air baku, serta pengelolaan drainase utama perkotaan. Tata tanam sudah juga diatur baik melalui keputusan Gubernur Jawa Barat maupun pembagian distribusi air irigasi dalam kapasitas debit air maupun jumlah meter kubik yang dialirkan. Pengaturan distribusi air juga dilakukan berdasarkan golongan yaitu golongan I-VII, untuk mendukung penanaman Indek Pertanaman (IP) 400 dengan memberikan porsi pada Musim Tanam (MT) ketiga. Praktek pembuatan Biosaka juga dilaksanakan setelah acara koordinasi, budidaya pertanian menggunakan sumber bahan alami merupakan langkah-langkah mengoptimalkan sumberdaya yang mudah tersedia untuk mengingkatkan produksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here