Karawang, 27 Maret 2023, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan Workshop dan Perumusan Peramalan OPT Tanaman Pangan, hal ini guna menyambut musim tanam April – September (Asep) 2023, kegiatan rutin dilakukan menjelang awal musim tanam, bekerjasama dengan seluruh Provinsi di Indonesia, serta melibatkan para petugas pertanian yang ada di daerah, tujuannya tak lain adalah Sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi akan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan atau sering disingkat OPT.

Ada 3 komoditas tanaman pangan prioritas yang diramalkan, yaitu padi, jagung, dan kedelai, adapun OPT yang diramalkan yaitu: Wereng Batang Coklat (WBC), Penggerek Batang Padi (PBP), Tikus, Hawar Daun Bakteri (HDB/kresek), Blas, dan Tungro semua OPT yang tersebut diatas adalah yang biasa menyerang pada tanaman padi, sedangkan OPT yang menyerang jagung adalah Ulat Grayak jenis Litura dan frugiperda, tikus, lalat bibit, Hawar Daun Jagung (HDJ), Penggerek Tongkol, dan bulai, dan OPT pada kedelai yaitu: ulat grayak, ulat penggulung daun, lalat kacang, penggerek polong, ulat jengkal, dan tikus

Workshop diadakan secara real dan virtual, pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 27-30 Maret 2023, membuka acara Kepala BBPOPT Enie Tauruslina, menyampaikan bahwa momen ini diharapkan dapat dijadikan ajang tukar pikiran dan memperoleh kesepahaman tentang pemanfaatan informasi prakiraan serangan OPT Tanaman Pangan khususnya padi, jagung dan kedelai, sehingga terbentuk jaringan informasi peramalan OPT dan kerjasama yang semakin kuat antar instansi baik di pusat maupun daerah.

Enie melanjutkan walaupun kegiatan ini diadakan pada bulan suci Ramadhan dan para peserta sedang berpuasa tetapi jangan menurunkan semangat dalam mengikutinya, malahan harus jadi motivasi untuk melakukan yang terbaik agar lebih bermanfaat dan bernilai ibadah.

Menurut Enie fungsi peramalan OPT sangat penting dalam mengawali budidaya tanaman, karena menyangkut pengambilan keputusan suatu tindakan kedepan, sehingga kita akan mempunyai kesiapan dalam menghadapi kemungkinan OPT yang akan menyerang, Ia mengajak seluruh peserta pertemuan untuk bekerja keras dan bekerja cerdas dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan khususnya dalam pengelolaan OPT tanaman pangan, Ia menitik beratkan petugas harus bisa meningkatkan pelayanan kepada para petani yang masih memerlukan bantuan dan pembinaan, sehingga diharapkan budidaya tanaman mereka bisa berhasil dengan demikian kesejahteraan petani bisa meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here