Gunung Kidul, 29 April 2023. Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto bersama Wakil Bupati Gunung Kidul, Direktorat Akabi, Dinas Pertanian Gunung Kidul, Muspika dan Stakeholder terkait melaksanakan kegiatan panen kedelai program korporasi Petani.

Pada kesempatan tersebut Yuris menekankan pentingnya korporasi petani dalam meningkatkan produksi. Ia juga memberikan perhatian terhadap antisipasi serangan OPT Utama terutama Tikus, Ulat Jengkal, Ulat Grayak Penggulung Daun, Lalat Kacang dan Penggerek Polong kedelai.

Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto menceritakan pengalamannya dalam menginisiasi dan membangun Kelompok Tani Sri Rejeki sebagai Korporasi penuh dengan tantangan, tak terhitung keringat dan darah perjuangan yang telah dialirkan, menurutnya program pertanian yang sekarang ada belum bisa mengakomodasi dari hulu sampai hilir, untuk itu sebagai penanggung jawab dirinya terus memikirkan dan berupaya secara keseluruhan serta melibatkan semua pihak agar petani dapat tersenyum.

Yuris secara totalitas memberikan bantuan, sampai lembaga korporasi dapat terbentuk dengan nama Samudra Sri Rejeki, Samudra artinya Santri Sunan Drajat. Pengorbanan tersebut diharapkan agar setiap kegiatan petani menjadi pahala, Rotary dari traktor yang berjalan akan dapat mengantarkan ke Surga. Gus Yuris menutup dengan berdoa bersama agar tekad niat baik kesungguhan petani dalam menanam kedelai dapat terlaksana.

Apa yang diutarakan oleh Yuris disambut baik oleh semua yang hadir, Camat Kapanewon, Ponjong Marwata hadi mengemukaan bahwa gerakan panen korporasi kedelai, pembibitan, penanaman, panen dan pascapanen kedelai telah meningkat dan berdampak pada kesejahteraan petani, selain untuk proyeksi benih kedelai juga bisa di plot untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Sardiyanto ketua kelompok tani Sri Rejeki turut menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan korporasi kedelai berdampak luas kepada masyarakat khususnya petani. “Alhamdulillah keadaan pertanaman kedelai tahun ini sangat bagus karena didukung dengan curah hujan dan hari hujan yang tinggi bahkan sampai kelebihan air”, ungkap Sardiyanto

perubahan dampak ekonomi yang dirasakan petani, tidak lepas dari peran CV Sujinah yang membantu dalam hal pemasaran, oleh mereka kedelai dari petani diterima dengan harga yang relatif cukup tinggi yakni Rp. 13.500; perkilogram.

Mulyono dari Direktorat Akabi mengemukakan pentingnya korporasi petani untuk Menambah wawasan Petani, Sebagai lembaga resmi, Sekolah lapangan petani dan sebagai percontohan petani lain. hal lain yang harus diperhatikan secara khusus adalah Pascapanen, apabila salah penanganan kedelai bisa busuk, disitulah pentingnya rumah Ultra Violet (UV) sebagai pengering, dengan UV biji kedelai akan tetap bagus walaupun mendung dan banyak hujan. Mulyono juga mengapresiasi kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tetap mengawal pertanaman petani walaupun memiliki wilayah kerja yang luas bahkan sampai 2 kecamatan.

Wakil Bupati Gunung Kidul, Heru Susanto juga menggarisbawahi bahwa wilayahnya adalah tadah hujan, sehingga kedelai merupakan tanaman yang berpotensi tinggi untuk mampu beradaptasi. dia berpendapat korporasi petani menuju Soybean Village akan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Heru menghimbau agar berbagai bantuan baik Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) atau bantuan non teknis lainnya harus dirawat dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

Senada dengan pembicara sebelumnya, Kepala Bidang Tanaman Pangan Gunung Kidul menyampaikan bahwa bantuan Alsintan berupa Sumur Bor yang datang dapat menggenjot produksi kedelai. Sekolah lapang kedelai membantu meningkatkan pengetahuan dan sikap petani, terutama anjuran untuk melakukan pemangkasan kedelai sehingga lebih banyak menghasilkan polong. Lebih lanjut sortasi tanaman dan memisahkan varietas diluar varietas yang ditanam merupakan upaya untuk menjadikan nilai jual kedelai yang lebih tinggi yaitu dengan menjualnya sebagai benih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here