Batubara, 4 Juli 2023 – Dalam upaya memajukan pertanian Indonesia, maka kementerian pertanian (Kementan) bekerjasama dengan komisi IV DPR RI mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tingkat petani dengan Tema: PENERAPAN PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota Komisi IV DPR RI, Bupati Batubara, Ketua DPRD Kabupaten Batubara, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, serta narasumber dan perwakilan dari Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT).

Wakil Komisi IV DPR RI Djarot Syaiful Hidayat dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui program-program yang mendukung pertanian berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi pemanfaatan program bantuan pemerintah yang baik serta menggarisbawahi pentingnya pembangunan pertanian berkelanjutan, seperti peningkatan kesuburan tanah, produktivitas tanaman pangan, dan antisipasi dampak perubahan iklim. Selain itu, Djarot juga mengulas pentingnya penguatan sumber daya manusia, seperti melalui pelatihan bagi petani dan penyuluh pertanian.

Bupati Batubara, Zahir turut hadir dalam pertemuan ini. Ia membahas tentang upaya peningkatan produksi tanaman dan penanganan hama serta dampak perubahan iklim. Zahir juga menekankan dukungan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Batubara.

Ketua DPRD Kabupaten Batubara, M. Safi’i mengungkapkan dukungan wakil rakyat untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan. Safi’i menyoroti pentingnya kerja sama yang baik antara pemerintah dan legislatif dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Susi Susilawati, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, mengemukakan pentingnya pertanian yang ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan mengarahkan penggunaan pupuk atau bahan organik. Ia menghimbau perlunya mitigasi dampak perubahan iklim, terutama dalam menghadapi fenomena El Nino.

Slamet Riyadi, Kepala LPHP Pematang Krasaan, menyampaikan materi mengenai pertanian ramah lingkungan. Ia memberikan wawasan tentang teknik dan praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan berfokus pada penggunaan sumber daya alam secara efisien, pengurangan limbah, dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Sementara itu perwakilan BBPOPT yang sekaligus sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut, Willing Bagariang menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan dalam menghadapi faktor pembatas seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, dan faktor lainnya. Ia menyebutkan beberapa program strategis yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, antara lain peningkatan produksi tanaman pangan melalui indeks pertanaman 400 (IP 400), percepatan tanam, dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta dampak perubahan iklim.

“Kami optimis di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Batubara program peningkatan produksi tanaman pangan serta pengendalian OPT dan DPI dapat tercapai dengan baik, kami berharap melalui bimtek ini kita semua secara bersama-sama bisa mendukung Ketahanan Pangan Yang Berkelanjutan”, tutup Willing.

Ditempat terpisah Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kewaspadaan serangan OPT kepada  Seluruh Dinas Pertanian Provinsi yang berisi data kejadian serangan OPT, angka prakiraan luas serangan OPT dan juga rekomendasi penanganan OPT tersebut. “Kami mengharapkan melalui surat kewaspadaan ini, maka kita secara bersama-sama dapat melakukan penanganan dini dan pengelolaan OPT dengan prinsip PHT (Budidaya tanaman sehat, pelestarian musuh alami, pengamatan rutin dan petani sebagai ahli PHT) sehingga serangan OPT dapat ditekan dan dikendalikan”, terang Yuris

Dikutip dari beberapa media Menteri pertanian telah memberikan himbauan kepada seluruh jajarannya, untuk selalu siap siaga dalam mewaspadai serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan perubahan iklim ekstrem, baik itu berupa elnino maupun lanina, saat ini dunia sedang dalam krisis, dan Indonesia adalah negara yang harus bisa keluar dari ancaman krisis ini.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi telah mengambil langkah preventif guna menghadapi ancaman perubahan iklim, diantaranya adalah gerakan percepatan tanam dan penggunaan varietas yang tahan cekaman serta kekeringan, diharapkan hal tersebut bisa meminimalisir kegagalan panen.

Dalam pertemuan ini, juga dibahas langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi El Nino yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan tahun 2023. Salah satu langkah yang disarankan adalah melakukan mapping zona kering di wilayah masing-masing serta menyiapkan bantuan alsintan seperti pompa air, embung, dan pembuatan parit. Selain itu, perubahan teknik budidaya padi dengan menggunakan varietas tahan kekeringan juga sangat direkomendasikan.

Bimbingan teknis dan pertemuan stakeholder pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antara Kementerian Pertanian, Komisi IV DPR RI, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten, serta para petani dan penyuluh pertanian dalam mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan. Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, diharapkan dapat mencapai program peningkatan produksi tanaman pangan dan pengendalian OPT serta dampak perubahan iklim dengan baik. Melalui kerjasama yang solid, diharapkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dapat terwujud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here